Habis Berhubungan Intim Jangan Malas Bersihkan Alat Kelamin, Ini Bahayanya
JAKARTA – Banyak orang langsung beristirahat setelah berhubungan intim tanpa membersihkan area kelamin terlebih dahulu. Padahal, kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko infeksi akibat bakteri yang masuk ke saluran kemih maupun berkembang biak di area genital.
Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Aditya Surya Pratama, mengatakan menjaga kebersihan organ intim setelah berhubungan seksual merupakan langkah sederhana yang penting untuk mencegah berbagai gangguan kesehatan.
"Infeksi saluran kemih atau ISK mungkin teman-teman sudah banyak yang tahu. Setelah berhubungan, bakteri dari area kulit, vagina, maupun sekitar anus bisa terdorong masuk ke dalam saluran kemih. Ini berlaku untuk pria maupun wanita," kata dr. Aditya dalam unggahan video di akun Instagramnya.
Gejala Infeksi Saluran Kemih
Menurutnya, gejala awal infeksi saluran kemih umumnya terlihat dari rasa ingin buang air kecil terus-menerus meski urine yang keluar sedikit (anyang-anyangan), disertai rasa perih saat buang air kecil.
"Awalnya mungkin hanya anyang-anyangan atau terasa perih saat buang air kecil," ujarnya.
Jika tidak segera ditangani, bakteri dapat menyebar hingga ke ginjal dan menyebabkan pielonefritis, yaitu infeksi ginjal yang berpotensi menimbulkan komplikasi serius.
dr. Aditya menjelaskan, gejala yang muncul saat infeksi telah mencapai ginjal antara lain demam tinggi, menggigil, nyeri pinggang hebat, mual, hingga muntah. Dalam kondisi tertentu, penderita bahkan membutuhkan perawatan di rumah sakit.
"Kalau infeksi ini tidak ditangani, bakterinya bisa naik ke ginjal dan menyebabkan pielonefritis atau infeksi ginjal," jelas dr. Aditya.
Selain infeksi saluran kemih, kebersihan organ intim yang kurang terjaga juga dapat memicu balanitis, yaitu peradangan pada kepala penis akibat infeksi bakteri atau jamur yang berkembang di area lembap.
Kondisi ini lebih sering terjadi pada pria yang belum disunat karena sisa cairan dan kotoran lebih mudah menumpuk di bawah kulup. Meski demikian, pria yang sudah disunat tetap berisiko mengalaminya apabila kebersihan area genital tidak dijaga.
"Awalnya biasanya muncul kemerahan, gatal, atau perih. Kalau terus berulang dan dibiarkan, kulit bisa semakin ketat hingga terjadi fimosis, yaitu kondisi kulup tidak bisa ditarik ke belakang. Pada beberapa kasus bahkan bisa berkembang menjadi parafimosis, kondisi darurat yang dapat mengganggu aliran darah ke penis dan harus segera ditangani," jelasnya.
Karena itu, dr. Aditya mengimbau masyarakat untuk tidak langsung tidur setelah berhubungan intim. Ia menyarankan agar buang air kecil terlebih dahulu, membersihkan area genital menggunakan air mengalir, lalu mengeringkannya dengan baik agar kelembapan tidak memicu pertumbuhan jamur maupun bakteri.
"Makanya setelah berhubungan jangan langsung tidur. Buang air kecil dulu, bersihkan area genital dengan air mengalir, lalu yang paling penting keringkan dengan baik supaya tidak menjadi tempat tumbuh jamur atau bakteri," pungkas dr. Aditya.









