Apakah Sepatu Lari dengan Plat Karbon Lebih Aman? Cek Faktanya!

Apakah Sepatu Lari dengan Plat Karbon Lebih Aman? Cek Faktanya!

Gaya Hidup | okezone | Jum'at, 10 Juli 2026 - 07:00
share

JAKARTA - Beberapa tahun terakhir ini, demam maraton masih terus berlanjut. Sepatu lari plat karbon dengan sol tebal kini seolah menjadi perlengkapan wajib saat lomba karena diklaim mampu meningkatkan efisiensi dan menghemat energi. 

Melansir The Standard, sejumlah penelitian menunjukkan kalau sepatu ini bisa mengurangi pembuangan energi saat berlari sekitar 2 persen sampai 4 persen, sehingga lari menjadi lebih efisien. Namun, seorang terapis fisik, dr. Chung Wai-man membagikan pandangannya bahwa meski sepatu plat karbon ini bikin "hemat tenaga", produk tersebut belum tentu "lebih aman".

Bagaimana Cara Kerjanya? Lebih Efisien, tapi Lebih Rentan Cedera?

Chung menjelaskan kalau inti dari desain sepatu plat karbon ini memadukan sol tengah (midsole) yang sangat kenyal dengan plat serat karbon yang kaku, serta struktur bagian depan kaki yang melengkung tajam. Desain ini bisa membuat pola berjalan atau berlari (gait) jadi lebih efisien karena memangkas waktu yang dihabiskan bagian depan kaki untuk menekuk. 

Beberapa studi menunjukkan kalau sol melengkung ini bisa mengurangi tekanan pada bagian depan kaki, tetapi di saat yang sama juga mengubah distribusi beban gaya secara keseluruhan pada kaki.

Analisis biomekanika menunjukkan kalau plat karbon dan sol tebal ini mengubah cara kerja sendi pergelangan kaki serta otot kaki, yang akhirnya memengaruhi beban pada otot betis dan tendon Achilles. Secara klinis, banyak pelari yang beralih ke sepatu pelat karbon mengalami betis tegang, kaku, bahkan nyeri pada bagian tendon Achilles. Gejala-gejala ini bakal makin terasa saat volume atau intensitas lari mulai ditingkatkan.

Chung menegaskan kalau saat ini belum ada bukti pasti yang menyatakan bahwa sepatu plat karbon langsung menaikkan angka cedera secara menyeluruh. Namun, satu hal yang pasti, sepatu ini mengubah cara tubuh menerima tekanan gaya. Kalau tubuh belum benar-benar siap, cedera pun bisa mulai bermunculan.

3 Kelompok Pelari yang Perlu Lebih Waspada

Tidak semua orang cocok memakai sepatu plat karbon. Tiga kelompok pelari berikut ini harus ekstra hati-hati:

  • Pelari Pemula atau yang Fondasinya Belum Stabil: Kebugaran jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular) mungkin bisa meningkat dengan cepat, tetapi kekuatan tendon dan tulang tidak bisa beradaptasi dalam waktu yang bersamaan. Hal ini secara alami bakal meningkatkan risiko cedera.
  • Pelari dengan Berat Badan Lebih atau yang Baru Saja Meningkatkan Jarak Tempuh Secara Signifikan: Walau sol yang tebal memberikan bantalan yang empuk, saat jarak tempuh dan intensitas lari ditambah, kekuatan otot yang kurang mumpuni bakal memicu cedera akibat penggunaan berlebih (overuse injuries).
  • Mereka yang Punya Riwayat Cedera (misalnya tendinitis Achilles, plantar fasciitis, atau sering mengalami kram betis): Perubahan mekanika saat kaki mendorong bisa membuat cedera lama kambuh kembali.

Bagaimana Cara Menggunakannya dengan Aman?

Masalahnya sering kali bukan terletak pada sepatunya, melainkan pada kebiasaan pelari yang menaikkan jarak tempuh sekaligus kecepatan secara bersamaan, sehingga tubuh tidak punya waktu yang cukup untuk beradaptasi. Cedera pun menumpuk hingga memicu kondisi di mana "teknologi melampaui kesiapan tubuh".

"Kebugaran jantung dan paru-paru bisa meningkat dalam beberapa minggu, tetapi tendon dan tulang sering kali butuh waktu yang jauh lebih lama untuk beradaptasi," tutur Chung. 

Ia mengingatkan kalau sepatu plat karbon sebaiknya dipakai untuk ajang balapan atau sesi latihan tertentu saja, bukan sebagai sepatu latihan harian.

Ia menyarankan untuk menggunakan sepatu plat karbon ini cukup 1–2 kali saja dalam seminggu, sembari memperkuat otot betis dan kaki (misalnya dengan latihan eccentric heel raises dan latihan keseimbangan satu kaki) untuk meningkatkan toleransi tendon. Tentu saja hal yang perlu kamu ingat, berlari dengan aman itu jauh lebih penting daripada berlari dengan cepat.

Topik Menarik