UI Resmikan Arboretum Hutan, Ruang Terbuka Hijau untuk Edukasi hingga Healing
Universitas Indonesia (UI) meresmikan Arboretum Hutan UI sebagai ruang terbuka hijau multifungsi. Spot baru inipun bisa menjadi ruang edukasi, riset, dan juga healing bagi sivitas akademika dan juga masyarakat.
Berlokasi di kawasan Hutan UI Wales Barat, arboretum ini akan mendukung pelaksanaan kuliah sebagai kelas terbuka, laboratorium riset, dan ruang reflektif untuk kegiatan akademik lintas disiplin.
Baca juga: QS WUR 2027: UI Kembali Jadi Universitas Terbaik di Indonesia, Bertahan di Top 200 Dunia
Wakil Rektor UI Bidang Riset, Inovasi, Mahasiswa dan Alumni, Prof. Dr. Hamdi Muluk menegaskan pentingnya Arboretum Hutan UI sebagai simbol sinergi akademik dan industri yang memberi dampak nyata, mengingat dalam pendiriannya arboretum dan prasarananya ini disokong secara signifikan oleh PT Sucofindo sebagai mitra kolaborasi UI.
“Arboretum Hutan UI bukan hanya ruang kelas terbuka, tetapi juga ruang reflektif yang dapat menjadi sarana healing dan edukasi luar ruang.Kehadirannya menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara institusi akademik dan ranah industri, seperti kolaborasi dengan Sucofindo, dapat terwujud dan memberi dampak berkelanjutan bagi sivitas akademika maupun masyarakat luas,” ujarnya, melalui siaran pers, dikutip Sabtu (27/6/2026).Agenda seremoni ini turut diperkaya oleh pemaparan singkat dari pakar UI yang menyoroti manfaat Arboretum Hutan UI.
Baca juga: Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Direktur Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan (SPPB UI), Prof. Dr. Drs. Supriatna misalnya, memaparkan hasil kajian geospasial yang menunjukkan bahwa arboretum memiliki suhu sejuk dan nilai ekonomis tinggi dari aspek kayu, karbon, dan air. Arboretum juga berfungsi sebagai laboratorium flora-fauna, konservasi tanah dan air, serta instrumen dekarbonisasi yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Penyampaian kepakaran dilanjut oleh Dr. Dyah Triarini Indirasari, M.A., Psikolog selaku Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Ventura dan Administrasi Umum Fakultas Psikologi (FPsi) UI.
Ia menambahkan dari sudut pandang keilmuwan psikologi yang menekankan bahwa arboretum ini berkaitan erat dengan penelitian nature mindfulness, sebuah terapi berbasis alam yang terbukti meningkatkan mood, menurunkan kecemasan, bahkan bisa membantu dalam menemukan makna hidup. Program terapi kelompok di arboretum diharapkan menjadi metode relaksasi di tengah kesibukan sehari-hari sivitas akademika maupun masyarakat sekitar yang berkunjung.
Sementara itu, Direktur Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial (DPIS UI), Dr. L.G. Saraswati Putri, yang juga bertindak sebagai koordinator pelaksanaan seremoni, menekankan bahwa Arboretum Hutan UI hadir untuk menyediakan ruang terbuka hijau yang dekat dengan sivitas akademika dan masyarakat sekitar. Kehadiran arboretum ini diharapkan menjadi sarana pembelajaran, riset, sekaligus relaksasi yang aman dan selaras dengan lingkungan.
DPIS sendiri telah menginisiasi berbagai program seperti forest bathing dan terapi sensorik untuk memelihara kesehatan mental para sivitas akademika UI dengan menggandeng tim dari FPsi.
Menurutnya, arboretum ini adalah wadah untuk memperkuat relasi sivitas dengan hutan UI, sembari menumbuhkan tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian flora, fauna, dan ekosistemnya.
"DPIS ingin mematahkan stereotip bahwa masyarakat perkotaan tidak bisa menikmati ruang terbuka hijau yang alami karena jarak. Arboretum Hutan UI dapat diakses dengan mudah oleh sivitas dan masyarakat luas di sekitar Jabodetabek. Harapannya, DPIS bisa memfasilitasi dan menjembatani agar masyarakat urban tidak merasa hidupnya jauh dari alam, sebab hutan UI mampu mewujudkan cita-cita hidup yang selaras dengan lingkungan," pungkasnya.









