Benarkah Sperma Kental Tandanya Lebih Subur?
JAKARTA – Banyak pria menganggap sperma yang kental merupakan tanda kesuburan dan kesehatan reproduksi yang baik. Namun, menurut dokter spesialis andrologi, anggapan tersebut tidak selalu benar. Dalam kondisi tertentu, sperma yang terlalu kental justru bisa menjadi indikasi adanya gangguan pada organ reproduksi.
Dokter spesialis andrologi dan kesehatan reproduksi pria, dr. Jefry Tribowo, dalam unggahan di akun Instagram pribadinya menjelaskan bahwa konsistensi air mani yang terlalu kental dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan.
Menurutnya, air mani yang berubah menjadi seperti gel sesaat setelah ejakulasi merupakan kondisi fisiologis atau normal. Namun, terdapat batas waktu tertentu ketika air mani seharusnya mengalami proses pencairan alami atau likuifaksi.
"Betul sih, di awal-awal air mani seorang pria ketika dia ejakulasi, dia itu akan cenderung kental, bahkan biasanya kayak ada semacam gel-gel gitu ya. Hal ini merupakan hal yang normal. Tetapi, yang harus kita pahami, air mani yang kental ini tidak boleh bertahan lama," kata dr. Jefry.
Tekstur Sperma
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa air mani seharusnya mencair sempurna dalam waktu kurang dari satu jam setelah ejakulasi. Jika setelah waktu tersebut teksturnya masih tetap kental, kondisi itu patut diwaspadai karena dapat mengindikasikan adanya gangguan pada organ reproduksi.
"Biasanya ketika air mani ini didiamkan kurang dari satu jam, dia harusnya sudah bisa mencair sempurna dan tidak terlalu kental. Kalau misalnya sudah ditunggu lebih dari satu jam air maninya masih kental, hati-hati, ini sudah menjadi kecurigaan ada permasalahan di organ reproduksi kita," ujarnya.
dr. Jefry menambahkan, pria juga dapat melakukan pemeriksaan sederhana di rumah untuk mengetahui apakah kekentalan air mani masih dalam batas normal. Caranya dengan mengamati viskositas atau tingkat kekentalan air mani setelah didiamkan selama sekitar satu jam.
"Jadi, idealnya kalau kita mengetahui kekentalan air mani, setelah ditunggu kira-kira satu jam, ketika diregangkan tingkat kekentalannya kurang dari dua sentimeter," tutur dr. Jefry.
Ia menegaskan, apabila air mani saat diregangkan memiliki tarikan lebih dari dua sentimeter, bahkan mencapai empat hingga enam sentimeter, kondisi tersebut menunjukkan hiperviskositas atau air mani yang terlalu kental.
"Kalau misalnya air mani kalian diregangkan di tangan sampai empat atau enam sentimeter, nah ini menunjukkan kalau air maninya itu terlalu kental," pungkasNinya.










