Bahaya Duduk Terlalu Lama, dari Risiko Jantung hingga Obesitas, Kok Bisa?

Bahaya Duduk Terlalu Lama, dari Risiko Jantung hingga Obesitas, Kok Bisa?

Gaya Hidup | okezone | Selasa, 16 Juni 2026 - 13:08
share

JAKARTA - Kadang orang tak sadar sudah duduk terlalu lama. Baginya mungkin duduk sudah menjadi posisi nyaman. Namun ternyata ada banyak bahaya yang mengintai jika duduk terlalu lama. 

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Erta Priadi Wirawijaya mengungkapkan bahwa duduk terlalu lama sama bahayanya dengan merokok.

“Duduk bisa bikin serangan jantung itu benar. Duduk memang terlihat pasif dan tak bahaya, tapi saat duduk lebih dari 6 sampai 8 jam sehari, metabolisme tubuh mulai melambat, sirkulasi darah mulai menurun, dan otot-otot besar seperti paha dan betis itu berhenti berkontraksi secara optimal,” ujarnya lewat video di akun Facebook pribadinya.

Ia menjelaskan, aliran darah ke jantung pun menurun, dan ini bisa memicu penggumpalan darah, tekanan darah naik, bahkan gula darah lebih sulit dikendalikan. “Duduk lama juga memperburuk profil lemak darah,” katanya.

“Penelitian menunjukkan bahwa orang yang duduk lebih dari 8 jam sehari tanpa diselingi aktivitas ringan itu punya kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida yang lebih tinggi. Jadi bukan cuma jantung yang terancam, kamu juga lebih rentan kena diabetes tipe 2, obesitas, bahkan kematian dini,” ucap dr. Erta.

Ironisnya, lanjutnya, orang yang hobi olahraga satu jam, tapi duduk terus selama 10 jam setelahnya punya risiko penyakit jantung yang lebih tinggi. Artinya, olahraga tidak bisa menghapus efek duduk-duduk terlalu lama. Yang dibutuhkan adalah pergerakan kecil yang rutin sepanjang hari. 

“Kalau lama-lama dengan kebiasaan ini, yang rusak bukan lagi pembuluh darah, tetapi juga fungsi endotel jantung yang merupakan lapisan pelindung yang paling penting dalam sistem kardiovaskular,” ucapnya.

Kebiasaan duduk terlalu lama bukan hanya dialami oleh pekerja kantoran, tetapi juga ibu rumah tangga yang menjahit, hingga anak-anak yang betah duduk sambil bermain gadget. “Solusinya nggak perlu ekstrem, kamu cukup berdiri atau berjalan setiap 30-60 menit sekali. Bangkit dari kursi, jalan kaki dua atau tiga menit, atau lakukan peregangan ringan. Nggak harus sampai olahraga berat,” tutur dr. Erta.

Topik Menarik