5 Gejala Awal Usus Buntu yang Sering Disangka Sakit Perut Biasa

5 Gejala Awal Usus Buntu yang Sering Disangka Sakit Perut Biasa

Gaya Hidup | inews | Minggu, 14 Juni 2026 - 04:29
share

JAKARTA, iNews.id – Usus buntu atau apendisitis sering kali tidak disadari pada tahap awal karena gejalanya mirip dengan sakit perut ringan atau gangguan pencernaan biasa. Padahal, kondisi ini bisa berkembang menjadi darurat medis jika tidak segera ditangani.

Influencer kesehatan, dr Aditya Surya Pratama, mengingatkan bahwa banyak pasien terlambat mendapatkan penanganan karena mengabaikan tanda awal yang dianggap sepele. Menurutnya, pola nyeri pada usus buntu memiliki ciri khas yang perlu dikenali sejak dini.

“Awalnya itu biasanya nyeri di ulu hati atau di sekitar pusar. Lalu dalam beberapa jam itu berpindah ke perut kanan bawah,” kata dr Aditya, dikutip Sabtu (13/6/2026).

Gejala pertama yang sering muncul adalah nyeri di sekitar pusar atau ulu hati. Rasa sakit ini kerap disalahartikan sebagai masuk angin atau gangguan lambung biasa, sehingga banyak orang memilih menunda pemeriksaan.

Gejala kedua adalah pergeseran nyeri ke perut kanan bawah. Kondisi ini menjadi tanda khas apendisitis, terutama jika rasa sakit semakin tajam saat berjalan, batuk, atau ditekan pada area tersebut.

Gejala ketiga adalah mual dan muntah yang muncul bersamaan dengan nyeri perut. Kondisi ini terjadi akibat gangguan pada sistem pencernaan yang dipicu oleh peradangan di usus buntu.

Gejala keempat yaitu hilangnya nafsu makan secara tiba-tiba. Penderita biasanya merasa tidak nyaman untuk makan meskipun sebelumnya tidak memiliki masalah pada pola makan.

Gejala kelima adalah demam ringan hingga tinggi yang muncul seiring berkembangnya infeksi. Pada kondisi yang lebih berat, perut juga dapat terasa kaku sebagai tanda peradangan yang semakin parah.

Dia menegaskan, apendisitis terjadi akibat sumbatan pada usus buntu yang memicu pertumbuhan bakteri dan peradangan. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan usus buntu pecah dan memicu infeksi serius di rongga perut.

“Kalau untuk terapinya, penanganan utama adalah operasi pengangkatan usus buntu atau apendektomi,” kata dr Aditya.

Sebab itu, masyarakat diimbau untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami kombinasi gejala tersebut agar mendapatkan penanganan lebih cepat dan mencegah risiko komplikasi.

Topik Menarik