Mahasiswa Indonesia-Thailand Pelajari Rantai Pasok Kopi Jawa Lewat Short Course UNEJ
Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Jember (Faperta UNEJ) terus memperkuat kualitas pembelajaran bertaraf internasional. Salah satunya dilakukan melalui penyelenggaraan International Short Course yang memadukan teori, praktik, dan pengalaman industri.
Bertempat di Discuss Cafe, Jember (9/6/2026), kegiatan ini mempertemukan mahasiswa S2 Agribisnis UNEJ dengan mahasiswa program pertukaran dari Mahasarakham University, Thailand, untuk mempelajari secara langsung rantai pasok kopi di Pulau Jawa hingga praktik pengolahan kopi modern.
Baca juga: Peneliti Universitas Jember Buktikan Tanaman Liar Kalimantan Efektif Turunkan Gula Darah
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan ekosistem agribisnis kopi Indonesia kepada mahasiswa internasional sekaligus membangun pemahaman komprehensif mengenai pengelolaan komoditas perkebunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Para peserta didampingi oleh dosen Agribisnis UNEJ, yakni Dr. Ir. Joni Murti Mulyo Aji, M.Rur.M. selaku Ketua Program Studi Magister Agribisnis serta Dr. Ati Kusmiati, S.P., M.P., Meidiana Purnamasari, S.P., M.P., M.BA., Ph.D., dan Cindera Rosa Damascena, S.P., M.P.Dalam sesi akademik, Dr. Ir. Joni Murti Mulyo Aji M.Rur.M memaparkan materi bertajuk Supply Chain Coffee in Java yang mengulas perjalanan kopi mulai dari proses budidaya di tingkat petani, pengolahan pascapanen, distribusi, hingga sampai ke tangan konsumen. Menurutnya, pemahaman terhadap rantai pasok menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk menciptakan inovasi dan meningkatkan daya saing sektor agribisnis.
Baca juga: UNEJ Buka Prodi Baru S1 Sains Data, Siap Cetak Ahli Big Data dan AI
“Mahasiswa perlu memahami bahwa kopi tidak hanya berbicara mengenai secangkir minuman yang dinikmati konsumen, tetapi merupakan hasil dari sebuah sistem yang melibatkan petani, pengolah, distributor, pelaku usaha, hingga pasar. Ketika rantai pasok ini dikelola secara efisien, maka nilai tambah yang tercipta akan memberikan manfaat bagi seluruh pihak yang terlibat,” ujarnya, melalui siaran pers, Jumat (12/6/2026).
Jalani Pemotretan Lagu Kemenangan, Celyna Grace Tak Menyangka Masuk 2 Besar Indonesian Idol
Ia menambahkan, Indonesia sebagai salah satu produsen kopi dunia memiliki peluang besar untuk meningkatkan posisi di pasar global apabila mampu mengintegrasikan inovasi, kualitas produk, dan tata kelola rantai pasok yang berkelanjutan.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami konsep di ruang kelas, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana teori diterapkan di lapangan dan bagaimana inovasi dapat meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha kopi,” tambahnya.Setelah sesi pemaparan materi, peserta mengikuti praktik pembuatan Japanese Coffee dan Coffee Berry yang dipandu langsung oleh owner Discuss Cafe, Bethari Brilianti, alumnipreneur Program Studi S1 Agribisnis UNEJ. Dalam kesempatan tersebut, Bethari membagikan perjalanan membangun usahanya dari nol hingga berkembang menjadi salah satu ruang diskusi dan edukasi kopi di Kabupaten Jember.
“Saya bukan berasal dari keluarga pebisnis. Orang tua saya tidak memiliki usaha, tetapi saya memilih melawan rasa takut untuk memulai. Dunia usaha selalu penuh tantangan, termasuk ketika pandemi Covid-19 sempat membuat bisnis kami terhenti. Namun justru dari situ saya belajar bahwa keberanian, konsistensi, dan kemampuan beradaptasi adalah modal utama seorang entrepreneur,” ungkap.
Viral! Ibu Paksa Anak Ikut Nonton Konser Sambil Berendam di Malam Hari, Bikin Netizen Kesal
Menurutnya, membangun bisnis kopi tidak hanya soal menyajikan minuman berkualitas, tetapi juga menciptakan ekosistem yang melibatkan petani, pemasok, hingga konsumen. Ia berharap semakin banyak generasi muda yang berani mengembangkan potensi kopi lokal dengan sentuhan inovasi.
Dalam sesi praktik, mahasiswa diperkenalkan pada teknik penyeduhan, karakteristik bahan baku, hingga standar penyajian kopi di industri kafe modern. Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata mengenai penerapan ilmu agribisnis dalam pengelolaan usaha, pemasaran, dan penciptaan nilai tambah produk berbasis kopi.
Interaksi langsung antara akademisi, pelaku usaha, dan mahasiswa internasional menjadikan kegiatan ini sebagai ruang belajar yang menghubungkan teori dengan praktik. Selain memperluas wawasan tentang industri kopi Indonesia, peserta juga memperoleh pengalaman lintas budaya yang memperkaya perspektif mereka dalam memandang pengembangan agribisnis global.Salah satu mahasiswa asal Mahasarakham University, Diw, mengaku sangat menikmati seluruh rangkaian kegiatan. Dengan penuh antusias ia menyampaikan kesannya, “Jujur, endyul. Saya mendapatkan banyak pengalaman baru tentang kopi Indonesia, bertemu teman-teman baru, dan belajar langsung dari praktisi. Ini pengalaman yang sangat menyenangkan,” ujarnya.
Melalui International Short Course ini, Program Studi Magister Agribisnis Faperta UNEJ menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembelajaran yang aplikatif, berorientasi global, sekaligus mendorong lahirnya lulusan yang mampu memahami dinamika industri agribisnis dari hulu hingga hilir.
Kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa untuk mengembangkan inovasi dan kewirausahaan berbasis potensi lokal, sehingga kopi Indonesia semakin memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional.










