Tak Suka Film Horor, Rano Karno Nonton 'Ghost in the Cell' karena Dibujuk Istri
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengaku sempat berdebat dengan sang istri sebelum menghadiri acara nonton bareng film Ghost in the Cell di Jakarta, Minggu (7/6/2026). Meski dikenal bukan penggemar film horor, rasa penasaran terhadap karya sutradara Joko Anwar akhirnya membuatnya tak ingin melewatkan film yang telah ditonton jutaan orang tersebut.
Sebelum menonton film Ghost in the Cell, Rano mengaku sempat berdebat dengan istrinya. Ia juga didesak agar segera mungkin menonton film buatan Joko Anwar itu.
"Saya sebelum berangkat ke sini berdebat dengan istri saya, karena dia (istri Rano) sudah nonton film ini. Saya jujur salah satu orang yang tidak suka filmnya Joko, tidak suka karena membuat saya ingin nonton filmnya," kata Rano kepada wartawan, Minggu (7/6/2026).
Baca Juga : Joko Anwar Berani Kritik Pemerintah di 'Ghost in The Cell', Ini Alasannya!
Rano mengaku tidak terlalu menyukai film horor karena merasa dirinya penakut. Namun karena film tersebut disutradarai oleh Joko Anwar hal tersebut justru membuatnya menjadi penasaran."Pertama kali saya nonton yaitu Penyerbuan Bukit Duri. Luar biasa. Film ini, saya termasuk orang yang nggak suka horor. Penakut saya. Tapi istri saya bilang, 'Nggak, filmnya lucu', Apalagi ada Aming kan," ucapnya.
Di sisi lain ia menyebut bahwa Ghost in the Cell telah mencatat prestasi membanggakan dengan meraih hampir 3,5 juta penonton sejak tayang pada 16 April. Tak hanya sukses di dalam negeri, film tersebut juga berhasil menembus pasar internasional.
"Yang luar biasa ini juga mencatat pencapaian internasional dengan hak distribusi telah terjual di 148 negara, ini prestasi yang luar biasa," sambungnya.
Baca Juga : 'Ghost in the Cell' Karya Joko Anwar Tembus 86 Negara sebelum Tayang di Indonesia
Sementara itu, Kepala BKN PDIP Once Mekel, menjelaskan bahwa acara nobar ini merupakan bentuk apresiasi terhadap karya anak bangsa sekaligus menjaga api semangat ide-ide Bung Karno. Dia menegaskan pentingnya kebudayaan yang mengakar dari kehidupan masyarakat.“Kulturanesia ini adalah satu komunitas yang dibentuk oleh BKN untuk satu gerakan. Pertama, agar kita mengapresiasi dan mendukung kesenian dan kebudayaan. Juga dalam konteks sebagai satu gerakan sesuai dengan amanat dari Bung Karno, bahwa kebudayaan harus mengakar dari kehidupan masyarakat Indonesia dan juga harus menginspirasi kita semua menjadi sumber kekuatan persatuan dan juga mengangkat harkat dan martabat kita sebagai bangsa," kata Once.
Lebih lanjut, Once menyampaikan bahwa bulan ini menjadi momen peringatan kelahiran Bung Karno pada 6 Juni 1901. Menurutnya, peringatan ini bukan sekadar mengenang masa lalu.
“Kita ingin supaya kita selalu diingatkan, bukan hanya untuk memperingati kehidupan dari Bung Karno tapi juga kita sama-sama menjaga api semangatnya, ide gagasan dari Bung Karno yang tidak akan pernah mati," tuturnya.









