Terlalu Sering Menonton Film Porno Bisa Merusak Kesehatan Seksual Pria
JAKARTA - Kebiasaan menonton film porno secara berlebihan ternyata dapat berdampak pada kesehatan seksual pria. Bahkan, dalam beberapa kasus, kondisi tersebut disebut dapat memicu gangguan ereksi akibat kecanduan pornografi.
Dokter spesialis andrologi sekaligus influencer kesehatan, dr. Jefry Tribowo, menjelaskan bahwa kebiasaan PMO (Porn, Masturbation, and Orgasm) yang dilakukan secara berlebihan berpotensi menyebabkan Porn-Induced Erectile Dysfunction (PIED) atau gangguan ereksi akibat pornografi.
“Pada sebagian kecil kasus, bisa saja secara tidak langsung kebiasaan kecanduan bokep yang parah dan masturbasi ini dapat mengakibatkan gangguan ereksi pada seorang pria. Makanya ada istilah porn-induced erectile dysfunction alias disfungsi ereksi yang disebabkan karena pornografi,” kata dr. Jefry dalam unggahan video di kanal YouTube miliknya.
Ia menjelaskan, otak yang terlalu sering menerima stimulasi tinggi dari konten pornografi akan terbiasa dengan lonjakan dopamin yang besar. Akibatnya, seseorang menjadi lebih sulit terangsang oleh stimulus seksual yang normal bersama pasangan.
“Ketika kita menonton pornografi, otak kita dibanjiri dopamin yang sangat tinggi. Masalahnya, ketika dopamin ini terlalu tinggi, kita jadi sulit terangsang dengan hal-hal yang biasa, termasuk saat berhubungan dengan pasangan,” jelasnya.
Bahaya Keseringan Nonton Porno
Menurut dr. Jefry, kondisi tersebut bisa membuat seseorang merasa bosan atau kurang tertarik pada pasangan karena otaknya sudah terbiasa dengan berbagai fantasi dari tayangan pornografi.
“Ketika melihat pasangan, bawaannya jadi seperti tidak menarik. Karena di film porno ada berbagai macam genre yang memanjakan fantasi. Akhirnya pasangan dianggap membosankan,” tambahnya.
Selain itu, ia juga menyoroti kebiasaan masturbasi dengan teknik tertentu atau menggunakan alat bantu yang berlebihan. Hal tersebut bisa membuat seseorang sulit merasakan sensasi alami saat berhubungan intim dengan pasangan.
Kondisi itu dikenal sebagai Death Grip Syndrome, yakni ketika seseorang terlalu terbiasa dengan pola stimulasi tertentu sehingga sulit mencapai kepuasan seksual secara normal.
“Inilah yang disebut death grip syndrome, yaitu kebiasaan masturbasi dengan teknik tertentu yang akhirnya membuat seseorang sulit mencapai kepuasan saat berhubungan dengan pasangan,” ujarnya.
Meski kasus seperti ini tidak selalu terjadi pada semua orang, dr. Jefry mengingatkan pentingnya mengurangi kebiasaan PMO jika sudah terasa berlebihan atau mengarah pada kecanduan.
“Kalau kalian sudah merasa kecanduan parah, sangat penting untuk mulai menguranginya. Karena bisa saja dampaknya mengganggu kesehatan fungsi seksual,” pungkasnya.









