Ternyata Jerawat Bisa Jadi Tanda Tubuh Sedang Tidak Seimbang
JAKARTA - Jerawat selama ini kerap dianggap sekadar masalah pada permukaan kulit. Padahal, kondisi tersebut tidak selalu hanya dipengaruhi oleh minyak berlebih, pori-pori tersumbat, atau faktor kebersihan kulit semata.
Seiring berkembangnya pemahaman mengenai kesehatan kulit, berbagai penelitian menunjukkan bahwa jerawat juga dapat dipengaruhi oleh kondisi tubuh dari dalam, termasuk pencernaan, inflamasi, pola makan, tingkat stres, hingga keseimbangan nutrisi.
Pendekatan terhadap perawatan kulit pun kini mulai berkembang menjadi lebih menyeluruh. Tidak hanya fokus pada skincare topikal, kesehatan kulit juga semakin sering dikaitkan dengan kondisi tubuh secara keseluruhan.
Kulit sendiri sering disebut sebagai salah satu cerminan kondisi tubuh. Ketika tubuh berada dalam kondisi kurang seimbang, kulit dapat menunjukkan berbagai respons, seperti tampak kusam, lebih berminyak, mudah mengalami kemerahan, hingga muncul jerawat.
Salah satu konsep yang kini semakin banyak dibahas dalam dunia kesehatan kulit adalah gut-skin axis, yaitu hubungan antara kesehatan saluran pencernaan, mikrobiota usus, sistem imun, proses inflamasi, dan kondisi kulit.
Sejumlah kajian ilmiah menjelaskan bahwa ketidakseimbangan mikrobiota usus berpotensi berkaitan dengan berbagai masalah kulit inflamasi, termasuk jerawat.
Selain itu, inflamasi juga menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi kondisi kulit berjerawat. Saat tubuh mengalami inflamasi berlebih, kulit dapat menjadi lebih sensitif, mudah bereaksi, dan kehilangan keseimbangannya.
Melihat kondisi tersebut, Algaena menilai bahwa perawatan kulit berjerawat idealnya tidak hanya berfokus menenangkan kulit dari luar, tetapi juga memperhatikan faktor internal seperti pola makan, hidrasi, kualitas tidur, manajemen stres, serta kesehatan pencernaan.
Salah satu bahan alami yang dinilai menarik dalam pendekatan tersebut adalah blue algae atau alga biru yang dikenal memiliki kandungan antioksidan serta potensi antiinflamasi alami. Blue algae yang sering dikaitkan dengan spirulina mengandung senyawa aktif seperti phycocyanin yang banyak diteliti karena aktivitas antioksidan dan antiinflamasinya.
El Rumi dan Syifa Hadju Menikah Hari Ini
Romadlon Ahmad Mustaqim, Chief Marketing Officer (CMO) Algaena, mengatakan bahwa jerawat merupakan kondisi yang kompleks dan dapat menjadi sinyal bahwa tubuh membutuhkan perhatian lebih secara menyeluruh.
"Jerawat sering kali dipandang hanya sebagai masalah di permukaan kulit, padahal kondisi tubuh dari dalam juga dapat memengaruhi kesehatan kulit. Karena itu, kami percaya penting untuk melihat jerawat melalui pendekatan yang lebih luas, termasuk memperhatikan kesehatan pencernaan, nutrisi, dan keseimbangan tubuh secara keseluruhan," ujar Romadlon Ahmad Mustaqim, CMO Algaena.
Melalui Bluealgae Nutrabolix, Algaena menghadirkan pendekatan perawatan kulit yang tidak hanya berfokus pada jerawat sebagai masalah permukaan, tetapi juga mendukung filosofi perawatan dari dalam.
Algaena percaya bahwa kulit sehat membutuhkan dukungan yang menyeluruh, mulai dari penggunaan skincare yang tepat, asupan nutrisi yang cukup, kesehatan pencernaan, hingga gaya hidup yang lebih seimbang.








