Di Depan Komisi III DPR, Herawati Ngaku Dipukul dan Ditendang Erin

Di Depan Komisi III DPR, Herawati Ngaku Dipukul dan Ditendang Erin

Gaya Hidup | sindonews | Senin, 18 Mei 2026 - 15:35
share

Kasus dugaan kekerasan yang menyeret nama Rien Wartia Trigina alias Erin, mantan istri Andre Taulany masih disorot. Terkini, Komisi III DPR RI juga membahas dugaan penganiayaan itu dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) pada Senin (18/5/2026).

Dalam kesempatan itu, korban yaitu eks ART Erin bernama Herawati juga turut hadir. Ia mengaku mengalami penganiayaan saat bekerja di rumah Erin dan membeberkan kronologi kejadian.

Dalam kesaksiannya, Herawati menceritakan peristiwa itu terjadi pada 28 April sekitar pukul 15.00 WIB saat dirinya sedang membersihkan sofa di lantai dua rumah Erin. Kala itu, Erin tiba-tiba naik ke lantai 2 dan masuk ke kamar anak pertamanya.

Baca Juga : Pakar Hukum Minta Polisi Gunakan Restorative Justice di Kasus Eks Istri Andre Taulany

Ia mengamuk ketika melihat gordyn tidak dibuka dan kamar mandi tidak ditutup. Ia kemudian memarahi Hera dan memaki dengan kata-kata kasar.“Saya lagi membersihkan sofa di lantai 2 di rumah Ibu Erin. Dan Ibu Erin pun tiba-tiba naik ke atas, ke lantai 2. Dia masuk ke kamar Mas Dio, anak pertamanya. Terus dia melihat gordyn tidak dibuka sama kamar mandi tidak ditutup, dan beliau pun marah ke saya,” ujar Herawati dalam RDPU Komisi III DPR RI.

Selain dimaki dengan kata-kata kasar seperti “tolol” dan “bego”, Hera juga mengaku dipukul menggunakan sapu lidi yang saat itu sedang dipegangnya. Ia mengaku dipukul di kepala bagian belakang.

Baca Juga : Bantah Pakai Baju Anak Erin Wartia Tanpa Izin, Herawati: Saya Berani Disumpah!

“Diambil sapu lidi oleh beliau dan dipukullah kepala saya di bagian belakang. Pertama mukul satu kali,” katanya.

Tak berhenti sampai di situ, Herawati mengaku kembali dipukul untuk kedua kalinya sambil terus dimarahi.“Habis itu saya nangis ketakutan. Saya bilang, ‘Bu, maaf Bu, jangan pakai kekerasan Bu’. Terus beliau tetap maki-maki saya dengan perkataan kasar,” lanjutnya.

Herawati juga mengaku sempat dihina saat bekerja di rumah tersebut. Ia mengatakan Erin menyebut dirinya bekerja asal-asalan dan membandingkan rumah mewah itu dengan “rumah gembel”.

Tak lama setelah kejadian itu, Herawati menghubungi pihak yayasan penyalur ART untuk meminta dijemput karena merasa tidak aman. Ia bahkan sempat mengadu kepada anak kedua Erin sambil menangis ketakutan.

Namun ternyata Hera kembali dipanggil ke lantai bawah dan justru mendapat kekerasa lanjutan. Ia mengaku diminta jongkok oleh Erin dan ditendang di bagian kepala.

“Terus Bu Erin nendang kepala saya. Saya terjengkang di situ,” ungkap Herawati.Kala itu Herawati berusaha meminta pertolongan dengan menghubungi ketua yayasan penyalurnya. Namun Erin melarang Hera untuk pulang sebelum ada pengganti ART lain.

Hera pun mengaku ponselnya disita dan dibanting oleh sang majikan. Untuk menyelamatkan diri, Hera juga akhirnya berhasil melarikan diri ke luar rumah tanpa membawa sandal maupun barang pribadinya.

“Saya lari nggak pakai sendal, nggak mikirin baju, nggak mikirin HP, nggak mikirin gaji, yang penting saya selamat,” tutup Herawati.

Topik Menarik