Tangis Karina Ranau Pecah, Dituding Pansos di Makam Almarhum Epy Kusnandar
JAKARTA, iNews.id - Duka kehilangan aktor Epy Kusnandar masih begitu membekas di hati istrinya, Karina Ranau. Namun di tengah luka yang belum sembuh, ia justru harus menghadapi tudingan pedas dari warganet yang menyebut dirinya pansos karena kerap mengunggah konten saat berziarah ke makam sang suami.
Bagi Karina Ranau, tuduhan tersebut sangat menyakitkan. Ia merasa publik terlalu cepat menghakimi tanpa memahami bagaimana beratnya kehilangan seseorang yang begitu dicintai.
Karina menjelaskan, kebiasaannya datang ke makam dan mengabadikan momen tersebut bukan untuk mencari perhatian, melainkan sebagai bentuk terapi agar dirinya bisa perlahan menerima kenyataan pahit ditinggal suami tercinta untuk selamanya.
"Ya itu kan boleh dong (ke makam suami), tidak ada undang-undang (yang melarangnya), enggak ada yang melarang gitu. Karena menurut saya ini adalah cara treatment untuk diri saya khususnya,” ungkap Karina dengan suara lirih, saat ditemui awak media belum lama ini.
Ia menegaskan, setiap video yang diunggah hanyalah bentuk dokumentasi pribadi, bukan upaya mencari simpati ataupun keuntungan materi seperti yang dituduhkan banyak orang.
Menurut Karina, dirinya bahkan tidak memiliki kanal YouTube atau platform lain yang bisa menghasilkan uang dari konten-konten tersebut.
"Saya tidak mencari keuntungan dari konten-konten saya di makam. Saya enggak ada channel YouTube, saya enggak ada yang menghasilkan uang dari situ enggak ada. Hanya benar-benar saya mengabadikan itu," jelasnya.
Karina mengaku, kehilangan Epy Kusnandar bukanlah luka yang mudah disembuhkan. Setiap kali datang ke makam, ia merasa masih bisa dekat dengan sosok yang selama ini menjadi bagian besar dalam hidupnya.
Namun, komentar-komentar kejam dari netizen justru membuat proses berduka itu terasa semakin berat. Bukannya mendapat dukungan, ia malah harus menerima cibiran yang menusuk hati.
Bagi Karina, yang ia lakukan hanyalah berusaha bertahan di tengah rasa kehilangan yang begitu dalam. Ia tak pernah berniat menjadikan duka sebagai panggung pencitraan.
UI Nonaktifkan Status Akademik 16 Mahasiswa FHUI Terduga Pelaku Pelecehan Seksual di Grup Chat
Kini, ia memilih tetap kuat dan melawan semua tudingan demi menjaga nama baik almarhum Epy Kusnandar, sekaligus mempertahankan harga diri keluarganya yang masih berjuang bangkit dari duka panjang.










