Jangan Sepelekan Sakit Pinggang, Bisa Jadi Gejala Saraf Kejepit hingga Ginjal
JAKARTA, iNews.id – Sakit pinggang atau juga dikenal sebagai lower back pain seringkali dianggap sebagai keluhan ringan akibat kelelahan. Namun, hal tersebut ternyata bisa saja menjadi indikator adanya penyakit lain dalam tubuh.
Influencer kesehatan dr Tirta Mandira Hudhi dalam unggahan di kanal YouTube miliknya, Tirta PengPengPeng mengingatkan agar tidak menyepelekan kondisi ini. Nyeri di area tersebut bisa menjadi tanda berbagai masalah kesehatan serius, mulai dari cedera otot hingga gangguan organ dalam seperti ginjal.
dr Tirta menjelaskan area pinggang merupakan lokasi yang kompleks karena terdapat banyak organ, otot, dan jaringan saraf. Menurutnya, penyebab pertama yang paling sering ditemukan adalah masalah pada “musculu erector spinae” atau otot erektor tulang belakang dan otot-otot di area punggung bawah.
"Kalau kamu terlalu sprain (terkilir), duduk lama, angkat beban berlebihan, atau posisi angkat yang salah, otot tersebut bisa mengalami peradangan pada ligamen dan fasialnya. Dan fasial, kalau radang itu bisa menjalar sampai bokong dan hamstring,” ujar dr Tirta, dikutip Rabu (13/5/2026).
Selain otot, dia juga menyoroti risiko HNP (Hernia Nucleus Pulposus) atau populer dikenal sebagai saraf kejepit, yang biasanya terjadi pada ruas tulang belakang lumba empat atau lima. Gejala khasnya adalah nyeri yang disertai rasa kesemutan menjalar hingga ke telapak kaki.
“Biasanya adalah habit yang salah selama bertahun-tahun. Duduk yang salah terus angkat beban berlebihan ditambah dengan olahraga berlebihan dan angkat-angkat karung berlebihan. Biasanya hal ini terjadi sebagai akibat urutan dari cedera yang pertama, yang tadi musculus atau otot,” ucapnya.
Lebih lanjut, dr Tirta menjelaskan bahwa nyeri punggung bawah juga bisa menjadi sinyal adanya gangguan pada organ dalam, seperti hati (hepar), limpa (spleen), empedu, hingga ginjal. Untuk membedakan nyeri otot biasa dengan gangguan ginjal, dr Tirta memperkenalkan metode pemeriksaan sederhana yang disebut Nyeri Ketok Ginjal (NKG).
"Kalau orang normal diketok (punggung belakangnya) tidak akan sakit. Tapi kalau orang dengan gangguan ginjal, misalnya ada batu ginjal, saat diketok itu langsung nyeri guling-guling," jelas dr Tirta.
Dia menekankan bahwa karakteristik nyeri akibat batu ginjal sangat berbeda dengan pegal biasa. Nyeri ginjal cenderung bersifat sangat hebat dan mendadak sehingga penderitanya seringkali harus segera dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD).
"Jadi buat kawan-kawan sekalian, kalau bayokan (sakit pinggang), dicek dulu nyerinya. Kalau ginjal itu nyerinya hebat banget, pasti ke IGD," kata dr Tirta










