MNC University Dorong Peran OSIS Lewat Jakarta Youth Achievement Award 2026

MNC University Dorong Peran OSIS Lewat Jakarta Youth Achievement Award 2026

Gaya Hidup | sindonews | Rabu, 13 Mei 2026 - 14:29
share

Nama Khabib Nurmagomedov kembali jadi sorotan setelah prediksinya soal Khamzat Chimaev terbukti di UFC 328. Chimaev gagal mempertahankan sabuk juara kelas menengah UFC usai kalah split decision dari Sean Strickland di Newark, New Jersey, Sabtu malam waktu setempat.

Dua juri memberikan kemenangan 48-47 untuk Strickland, sementara satu juri lainnya memberikan skor identik untuk Chimaev. Hasil itu membuat Strickland kembali merebut gelar kelas menengah UFC dan menjadi juara dua kali di divisi 185 pound.

Sebaliknya, kekalahan tersebut menjadi noda pertama dalam karier profesional Chimaev yang sebelumnya sempurna dengan 16 kemenangan beruntun.

Dominan di Awal, Chimaev Kehabisan Tenaga

Sejak ronde pertama, Chimaev tampil dengan gaya khasnya: menekan lawan lewat wrestling agresif dan upaya takedown tanpa henti. Strategi itu sempat berjalan efektif ketika ia mampu mengontrol Strickland di bawah.

Namun masalah mulai terlihat memasuki ronde kedua. Chimaev tampak kelelahan dan kehilangan intensitas. Beberapa kali ia bahkan harus menarik guard karena tenaganya terkuras.

Momentum itulah yang dimanfaatkan Strickland. Petarung Amerika itu memaksa duel berlangsung dalam posisi striking atau adu pukulan berdiri—situasi yang memang diinginkannya sejak awal.Sepanjang ronde-ronde akhir, Strickland terlihat lebih segar dan konsisten melepaskan serangan, sementara Chimaev mulai kesulitan menjaga tempo.

Nasihat Khabib yang Kini Viral Lagi

Jauh sebelum UFC 328 digelar, Khabib ternyata sudah memberi peringatan soal gaya bertarung Chimaev.

Dalam wawancara podcast bersama Adam Zubayraev tahun lalu, legenda UFC asal Dagestan itu menilai Chimaev terlalu boros tenaga ketika wrestling-nya gagal bekerja sempurna.

“Saya selalu punya game plan yang sama. Saya akan mencoba 100 takedown kalau perlu. Tapi Khamzat berbeda,” kata Khabib.

“Dia biasanya memulai dengan wrestling penuh tenaga. Ketika itu tidak berhasil, dia malah bertukar striking saat kondisinya sudah kehabisan napas.”

Ucapan Khabib kini dianggap sangat relevan setelah duel UFC 328 berlangsung persis seperti prediksinya.Selama ini Chimaev dikenal sebagai monster grappling yang mampu menghancurkan lawan sejak ronde awal. Strategi itu sukses ketika ia mengalahkan Dricus du Plessis untuk merebut sabuk kelas menengah.

Saat itu, Chimaev langsung menjatuhkan du Plessis dan mendominasi laga selama lebih dari 20 menit.

Namun melawan Strickland, pendekatan agresif tersebut justru menguras stamina terlalu cepat. Ketika energi mulai habis, Chimaev terpaksa bertarung dalam duel striking yang bukan area terbaiknya.

Sejumlah kritik pun mulai diarahkan kepada tim strength and conditioning Chimaev. Akan tetapi, komentar Khabib mengindikasikan masalah utamanya mungkin terletak pada taktik bertarung, bukan sekadar kondisi fisik.

Tak lama setelah laga berakhir, Chimaev mengaku kepada CEO UFC Dana White bahwa dirinya tidak akan lagi bertarung di kelas menengah.Petarung berusia 32 tahun itu menyebut proses pemotongan berat badan menuju 185 pound sangat berat dan memengaruhi performanya di oktagon.

Kini Chimaev disebut-sebut bakal naik ke divisi light heavyweight atau kelas berat ringan 205 pound.

Keputusan tersebut memunculkan pertanyaan besar: apakah Chimaev akan mengubah gaya bertarungnya sesuai nasihat Khabib, atau tetap mengandalkan ledakan agresif sejak ronde pertama?

Hasil Utama UFC 328

- Sean Strickland menang split decision atas Khamzat Chimaev- Strickland merebut gelar juara kelas menengah UFC- Kekalahan tersebut menjadi yang pertama dalam karier profesional Chimaev

Topik Menarik