Gejala Hantavirus Mirip Flu tapi Bisa Membahayakan Paru-Paru
JAKARTA - Hantavirus belakangan ini menjadi perbincangan dunia dan dikhawatirkan dapat menjadi pandemi selanjutnya setelah COVID-19. Hantavirus merupakan virus langka yang dapat menyebabkan penyakit serius pada manusia.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention, virus ini biasanya menyebar melalui kontak dengan tikus liar yang terinfeksi, terutama lewat urine, kotoran, atau air liurnya.
Seseorang bisa terpapar hantavirus ketika menghirup partikel udara yang terkontaminasi virus dari urine, kotoran, hingga air liur tikus. Penularan juga bisa terjadi jika seseorang menyentuh benda yang terkontaminasi lalu menyentuh hidung atau mulut. Bahkan dalam kasus tertentu, gigitan tikus juga dapat menularkan virus.
Gejala Hantavirus
Adapun gejala awal hantavirus biasanya muncul 1 hingga 8 minggu setelah terpapar virus. Pada tahap awal, gejalanya sering mirip flu, seperti:
- demam
- kelelahan
- nyeri otot, terutama di paha, pinggul, punggung, dan bahu
Beberapa orang juga dapat mengalami:
- sakit kepala
- pusing
- menggigil
- mual dan muntah
- diare
- nyeri perut
Beberapa hari setelah gejala awal muncul, kondisi dapat memburuk dengan cepat. Adapun gejala lanjutan yang muncul berupa batuk, sesak napas, hingga dada terasa penuh akibat penumpukan cairan di paru-paru.
Kondisi inilah yang dapat berkembang menjadi Hantavirus Pulmonary Syndrome, yakni gangguan paru serius yang bisa mengancam nyawa.
Maka dari itu, jika mengalami gejala flu setelah terpapar tikus atau berada di lingkungan yang terkontaminasi, masyarakat disarankan segera mencari pertolongan medis.










