Cara Mencegah Hantavirus, Ahli: Jangan Dekati yang Sakit Flu
JAKARTA, iNews.id - Kasus suspek Hantavirus yang mulai terdeteksi di Indonesia membuat masyarakat waspada. Meski penularannya tidak mudah terjadi, langkah pencegahan tetap penting dilakukan.
Ahli Epidemiologi Universitas Indonesia, Pandu Riono, mengingatkan masyarakat untuk mulai lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan kondisi kesehatan orang di sekitar.
Menurutnya, salah satu langkah paling sederhana namun penting adalah menjaga jarak dari orang yang sedang sakit flu atau mengalami gangguan pernapasan. Sebab, gejala awal Hantavirus bisa menyerupai flu biasa, sehingga masyarakat perlu lebih berhati-hati.
"Kalau ada orang sakit flu, jangan terlalu dekat. Kita tidak tahu penyebab flu tersebut apa," kata Pandu saat dihubungi iNews.id, Minggu (10/5/2026).
Selain menjaga jarak dari orang sakit, kebersihan rumah terutama area dapur juga menjadi perhatian utama. Makanan dan minuman dianjurkan selalu dalam kondisi tertutup untuk mencegah kontaminasi dari tikus yang menjadi pembawa virus.
Seru! Jirayut/El Rumi Kalahkan Atta Halilintar/Praz Teguh di Sportstive+ Badminton Edition
Pandu menegaskan, sarang tikus di sekitar rumah tidak boleh dibiarkan begitu saja. Jika ditemukan tanda-tanda keberadaan rodent, masyarakat diminta segera membersihkannya agar penyebaran virus tidak semakin meluas.
Tak kalah penting, kebiasaan mencuci tangan juga disebut menjadi perlindungan paling efektif untuk mencegah penularan penyakit, termasuk Hantavirus.
"Cuci tangan itu powerful sekali," ujar dia.
Di sisi lain, penggunaan masker juga dinilai penting terutama bila seseorang sedang mengalami flu atau berada di lingkungan dengan risiko penularan penyakit pernapasan. Langkah ini dilakukan untuk mencegah penyebaran droplet yang dapat membawa virus.
Bagi masyarakat yang mulai mengalami gejala seperti demam, flu, atau tubuh terasa lemas, Pandu menyarankan agar segera memeriksakan diri dan tidak menunda pengobatan. Penanganan cepat diperlukan untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.
Dia juga mengingatkan penderita penyakit penyerta seperti diabetes agar lebih disiplin menjaga kondisi tubuh. Sebab, daya tahan tubuh yang menurun dapat membuat risiko komplikasi menjadi lebih tinggi.










