Ahli Epidemiologi Sebut Lingkungan Terbuka Lebih Aman dari Penularan Hantavirus
Ahli Epidemiologi Universitas Indonesia, Pandu Riono mengungkapkan bahwa penyebaran virus Hanta tidak terlalu berisiko jika terjadi di tempat atau lokasi terbuka seperti di lingkungan masyarakat.
Pandu mengatakan, hal tersebut dikarenakan tingkat penularan yang minim serta kemungkinan sembuh dari gejala-gejala virus tersebut. Bahkan gejala yang dirasakan bisa diobati dengan cara normal. Meskipun virus tersebut tidak bisa dihilangkan, namun gejala-gejala yang terasa bisa disembuhkan secara mandiri.
“Kalau orang itu nggak cukup bagus imunitasnya, kemungkinan dia akan mengalami gejala seperti flu, gitu. Tapi pada umumnya sih nggak berat, jadi bisa sembuh sendiri. Nah kalau virusnya nggak, nggak bisa diobati karena antivirus itu nggak ada. Jadi istirahat, perbaikan umum, kalau panas diobati panasnya,” kata Pandu saat dihubungi iNews Media Group.
Seru! Jirayut/El Rumi Kalahkan Atta Halilintar/Praz Teguh di Sportstive+ Badminton Edition
Baca Juga : Kemenkes Pastikan Dua Suspek Hantavirus di Indonesia Sudah Negatif dan SembuhMaka dari itu, Pandu menjelaskan bahwa penularan virus Hanta dari tikus kepada manusia di lingkungan yang lebih terbuka tidak terlalu berisiko. Berbeda dengan kondisi kasus virus Hanta yang terjadi di kapal pesiar MV Hondius di Tanjung Verde baru-baru ini.
“Nah, kejadian di kapal itu kan area yang sangat tertutup. Kalau di kehidupan kita kan terbuka, lebih tidak beresiko. Kalau di kapal seperti itu selama berhari-hari, bisa banyak yang kena dalam satu kapal itu. Sehingga terjadi kayak outbreak (wabah atau kejadian luar biasa),” jelas dia.
Baca Juga : Hantavirus Mengancam, Ini 5 Cara Efektif Menjaga Imunitas Tubuh
Kondisi kapal yang tertutup membuat penyebaran virus kemungkinan terjadi. Dimana virus Hanta sendiri berasal dari tikus atau (Rodent) yang juga kerap ada di kapal. Menurutnya, banyak media penularan virus tersebut yang bisa kemungkinan menular kepada manusia.
“Pada umumnya itu masih ditularkan dari Rodent atau tikus. Itu media kencingnya atau tai-nya mengkontaminasi barang-barang di tempat kita hidup atau makanan kita, kita megang, kita hirup debunya,” pungkas dia.










