Indonesia Saxophone Camp 2026 Jadi Ajang Belajar dan Kolaborasi Saxophonist Profesional

Indonesia Saxophone Camp 2026 Jadi Ajang Belajar dan Kolaborasi Saxophonist Profesional

Gaya Hidup | sindonews | Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:39
share

Kegiatan Indonesia Saxophone Camp, tanggal 1 dan 2 Mei 2026 sukses digelar di kawasan Pendopo Ciherang, Sentul, Bogor, yang merupakan tempat wisata keluarga di tepi sungai dengan menghadirkan dua pemateri Saxophone Profesional, Damez Nababan dan Yogi Saragih.

Acara ini menjadi ajang pembelajaran sekaligus silaturahmi bagi para pecinta saxophone dari berbagai latar belakang dan daerah di Indonesia. sesuai dengan Visi Kementerian Kebudayaan yang mewujudkan ekosistem budaya berkelanjutan untuk penguatan Indonesia Emas 2045. Dalam hal ini salah satunya yang dapat meningkatkan kualitas SDM untuk berkreativitas dan dapat berkiprah ke kancah International.

Baca juga: Tampil di Wanderlust Festival Mongolia, Talenta Seni Indonesia Perluas Jejaring Global

Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi dasar hingga lanjutan mengenai teknik bermain saxophone yang benar sebagai fondasi untuk menjadi pemain profesional. Materi disampaikan secara interaktif, mencakup teknik pernapasan, embouchure, artikulasi, hingga ekspresi musikal yang menjadi ciri khas seorang saxophonist profesional.

Memasuki malam hari, suasana berubah menjadi lebih santai namun tetap produktif. Kegiatan dilanjutkan dengan acarabarbeque dan jam session bersama home band Pendopo Ciherang. Dalam sesi ini, seluruh peserta mendapat kesempatan tampil secara bergantian di atas panggung, berkolaborasi langsung dengan Damez Nababan dan Yogi Saragih. Kegiatan berlangsung hingga pukul 23.30 WIB, menghadirkan suasana hangat penuh kebersamaan.Momen jam session menjadi titik penting dalam membangun keakraban antar peserta. Suasana cair dan penuh kekeluargaan mendorong diskusi terbuka seputar musik, pengalaman bermusik, hingga pengembangan karier. Peserta yang hadir berasal dari berbagai daerah, mulai dari Lampung hingga Jakarta, dengan latar belakang beragam—dari pelajar tingkat lanjutan hingga kalangan profesional dan pengusaha.

Pada hari kedua, Sabtu pagi (2/52026) kegiatan diawali dengan sarapan bersama yang semakin mempererat hubungan antar peserta. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sesi teori dan praktik lanjutan. Made Mouthpiece dari Kota Bandung memberikan materi pengenalan Mouthpiece yang merupakan salah satu komponen penghasil suara dari Saxophone.

Serta materi difokuskan pada penguatan kemampuan teknis dan musikal sebagai bekal menjadi saxophonist profesional, termasuk improvisasi, dinamika permainan, dan pengembangan karakter bermusik. Disamping itu Rama Service Saxophone memberikan Service Gratis Saxophone seluruh peserta Indonesia Saxophone Camp.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga wadah kolaborasi dan jaringan bagi para pecinta saxophone di Indonesia. Dengan konsep yang menggabungkan edukasi dan kebersamaan, Indonesia Saxophone Camp 2026 diharapkan dapat terus menjadi agenda tahunan yang mendorong lahirnya musisi saxophone berkualitas di Tanah Air.

Topik Menarik