Skrining Kesehatan Perempuan Masih Rendah, Deteksi Dini HPV dan Kanker Serviks Jadi Kunci

Skrining Kesehatan Perempuan Masih Rendah, Deteksi Dini HPV dan Kanker Serviks Jadi Kunci

Gaya Hidup | sindonews | Jum'at, 24 April 2026 - 10:35
share

Kesadaran untuk melakukan skrining kesehatan secara rutin masih menjadi tantangan bagi banyak perempuan. Tidak sedikit yang baru memeriksakan kondisi kesehatannya ketika sudah merasakan keluhan, padahal berbagai kondisi kesehatan dapat dipahami dan dipantau lebih awal melalui pemeriksaan yang tepat.

Deteksi dini menjadi langkah penting bagi perempuan untuk lebih mengenali kondisi tubuhnya, sekaligus mengambil keputusan kesehatan yang lebih bijak sejak dini.

Berdasarkan data Globocan 2020, kanker serviks masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan di Indonesia, dengan sekitar 36.000 kasus baru dan 20.700 kematian setiap tahunnya. Kondisi ini menunjukkan pentingnya peningkatan edukasi dan akses skrining yang lebih luas bagi masyarakat.

Perkembangan teknologi laboratorium saat ini juga memungkinkan skrining dilakukan dengan pendekatan yang lebih modern melalui pemeriksaan berbasis molekuler. Metode ini bekerja dengan menganalisis materi genetik seperti DNA untuk mengidentifikasi keberadaan virus, infeksi, maupun faktor risiko kesehatan pada tingkat biologis yang sangat awal.

Baca juga: Inovasi Skrining Kanker Serviks Berbasis AI Mahasiswa UI dan ITB Raih Juara di Qatar Pendekatan ini membantu tenaga medis memperoleh gambaran kesehatan yang lebih akurat, sekaligus memberikan rekomendasi pencegahan yang lebih tepat bagi setiap individu.Dalam kesehatan perempuan, beberapa pemeriksaan berbasis molekuler yang kini semakin banyak direkomendasikan antara lain tes HPV DNA untuk mengetahui keberadaan virus yang berkaitan dengan risiko kanker serviks, pemeriksaan Sexually Transmitted Infection (STI) untuk mengidentifikasi infeksi menular seksual yang sering kali tidak menunjukkan gejala, serta pemahaman mengenai peran nutrisi yang berkontribusi terhadap kesehatan reproduksi, daya tahan tubuh, dan keseimbangan kesehatan perempuan secara menyeluruh.

Topik mengenai pentingnya skrining kesehatan tersebut menjadi fokus pembahasan dalam talkshow kesehatan bertajuk “She Thrives: A Road to Better Health”. Kegiatan ini menghadirkan para ahli kesehatan yang berbagi wawasan mengenai pentingnya deteksi dini kesehatan perempuan serta bagaimana teknologi pemeriksaan laboratorium dapat membantu perempuan lebih memahami kondisi kesehatannya.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. dr. Hariyono Winarto, Sp.OG(K) menjelaskan bahwa perempuan juga perlu mewaspadai risiko infeksi menular seksual yang sering kali tidak menunjukkan gejala.

“Banyak perempuan belum menyadari bahwa infeksi menular seksual, termasuk HPV, dapat terjadi tanpa gejala. Karena itu, deteksi dini melalui pemeriksaan yang tepat menjadi langkah penting agar kondisi dapat dikenali lebih awal. Selain skrining, menjaga daya tahan tubuh melalui pola hidup sehat dan nutrisi seimbang juga berperan dalam menurunkan risiko berbagai masalah kesehatan perempuan,” jelas Prof. Hariyono, melalui siaran pers, dikutip Jumat (24/4/2026).

Sementara itu, Dr. Rina Triana menyoroti pentingnya peran pemeriksaan laboratorium dalam membantu perempuan memahami kondisi kesehatannya sejak dini. “Pemeriksaan laboratorium memiliki peran penting dalam membantu perempuan memahami kondisi kesehatannya, bahkan sebelum gejala muncul. Kini, dengan inovasi tes HPV DNA yang dapat dilakukan secara mandiri, perempuan memiliki pilihan layanan yang lebih praktis, nyaman, dan tetap akurat sesuai kebutuhannya. Harapannya, semakin banyak perempuan tidak menunda deteksi dini,” ujar Dr. Rina.

Dr. Mona Yolanda, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian roadshow edukasi kesehatan perempuan yang akan diselenggarakan di sejumlah kota besar di Indonesia hingga September 2026.

“Melalui rangkaian roadshow ini, Prodia ingin mendorong semakin banyak perempuan Indonesia untuk lebih peduli terhadap kesehatannya melalui edukasi yang mudah dipahami dan akses pemeriksaan yang semakin dekat. Kami percaya literasi kesehatan adalah langkah awal menuju kualitas hidup yang lebih baik,” ujar perwakilan Prodia.

Melalui rangkaian kegiatan ini, diharapkan semakin banyak perempuan yang menyadari bahwa menjaga kesehatan bukan hanya tentang pengobatan ketika sakit, tetapi dimulai dari kepedulian untuk mengenali kondisi tubuh melalui skrining kesehatan yang tepat.

Lebih dari itu, menjaga kesehatan juga merupakan bentuk self-love, empowerment, dan investasi masa depan, agar perempuan dapat menjalani kehidupan yang lebih sehat, aktif, dan berkualitas.

Topik Menarik