Lab Indonesia 2026 Perkuat Ekosistem Riset dan Industri Berbasis Teknologi
Di tengah meningkatnya tuntutan terhadap standar kesehatan global dan kualitas pengujian, peran laboratorium kini menjadi fondasi utama dalam menjaga daya saing industri dan kepercayaan pasar. Menjawab kebutuhan tersebut, Lab Indonesia 2026 resmi dibuka hari ini di Hall 5-7 Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City dan akan berlangsung pada 15–17 April 2026.
Mengusung tema “Shaping the Future of Indonesia’s Laboratory Industry: Innovation, Standards, and Global Competitiveness,” Lab Indonesia 2026 menghadirkan 305 perusahaan dari 16 negara/wilayah, termasuk Amerika Serikat, China, Inggris, Jepang, Jerman, hingga Singapura.
Baca juga: BPOM Temukan 24 Obat Bahan Alam Mengandung Bahan Kimia Berbahaya
Pameran ini juga menampilkan empat paviliun internasional dari China, Jerman, Korea Selatan, dan Malaysia. Sebanyak 921 teknologi dan solusi laboratorium dari 32 negara turut dipamerkan, dengan partisipasi 205 trade buyers serta target 15.000 pengunjung profesional.
Pada pembukaan acara, Kepala Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Dr. Ratno Nuryadi, menekankan pentingnya kolaborasi dan pertukaran pengetahuan antar pemangku kepentingan. Ia menyebut bahwa kualitas infrastruktur laboratorium, akses teknologi mutakhir, serta konektivitas antar pelaku menjadi kunci kemajuan riset dan industri. Menurutnya, Lab Indonesia menjadi wadah strategis untuk mempercepat transfer teknologi, meningkatkan kapasitas SDM, serta membuka peluang kolaborasi antara periset, industri, dan pemerintah.
Baca juga: Kasus Influenza Masih Jadi Tantangan, Akses Vaksinasi Harus Diperluas
Lebih lanjut, Ratno menegaskan bahwa Lab Indonesia merupakan bagian penting dari ekosistem inovasi nasional. Sektor riset dan industri berbasis teknologi tinggi dinilai mampu mendukung visi Astacita dan peta jalan riset nasional.
Dukungan tersebut juga sejalan dengan Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN), yang menekankan pentingnya laboratorium andal dalam penguatan industri manufaktur berteknologi tinggi.
Dalam pameran ini, BRIN turut menghadirkan area Research & Innovation Hub yang menampilkan berbagai inovasi berbasis nanoteknologi, termasuk aplikasi nanopartikel emas. Pengunjung juga dapat berkonsultasi langsung dengan para peneliti dan lembaga terkait.Sebagai edisi ke-delapan, Lab Indonesia 2026 menjadi pameran industri laboratorium dan produk kimia terbesar di Indonesia untuk sektor medis, farmasi, pendidikan, dan penelitian ilmiah. Acara ini mempertemukan pelaku industri, akademisi, regulator, serta penyedia teknologi dalam satu platform kolaboratif.
Teknologi yang ditampilkan mencakup analytical systems, biotechnology, laboratory instruments, hingga solusi pengujian dan quality control yang semakin presisi dan terintegrasi.
Deputy Event Director PT Pamerindo Indonesia, Kristi Wulandari, menyampaikan bahwa Lab Indonesia 2026 tidak hanya menghadirkan teknologi, tetapi juga pengalaman komprehensif bagi pelaku industri. Ia menilai tingginya partisipasi internasional memperkuat posisi Indonesia sebagai pasar strategis di sektor laboratorium.
Berbagai program unggulan turut dihadirkan, seperti 21 sesi LabForum (International Scientific Conference) dan 135 sesi LabTalk yang mencakup seminar teknis, workshop industri, serta demonstrasi langsung. Program ini menjadi wadah diskusi terkait perkembangan teknologi, standar, dan praktik laboratorium berkelanjutan.
Selain itu, terdapat pula program One to One Business Matching untuk mendorong kemitraan strategis antar pelaku industri.
Sebagai bagian dari penguatan ekosistem, Lab Indonesia 2026 juga menghadirkan program edukatif dan interaktif, seperti Learning LabVenture Zone yang didukung oleh Laboratorium LPPOM. Salah satu aktivitasnya adalah Leather Check, yang memungkinkan pengunjung melakukan pengujian mikroskopis untuk mengidentifikasi material berbahan kulit.
Selain itu, tersedia Laboratory Consultation Clinic bekerja sama dengan Politeknik AKA Bogor, yang memberikan layanan konsultasi langsung terkait kebutuhan pengujian dan pengelolaan laboratorium.






