Hadirkan Suasana Makan di Rumah Nenek, Resto Ini Pilih Lansia sebagai Pramusaji
Sebuah restoran baru di Menteng, Jakarta, menawarkan pengalaman makan yang berbeda. Pengunjung tidak hanya menikmati hidangan, tetapi juga interaksi hangat yang terasa dekat. Uma Oma Heritage Menteng menggabungkan masakan Nusantara rumahan dengan pelayanan dari para lansia.
Begitu masuk, ruang makan langsung terasa akrab dan tidak dibuat-buat. Pintu kayu besar membuka area dengan tata ruang rapi dan bersih. Lantai motif klasik bertemu meja marmer gelap yang solid. Lampu gantung memancarkan cahaya hangat yang bikin betah duduk lama.
Dinding dihiasi foto-foto lawas dan piring dekoratif khas Nusantara. Detailnya terasa hidup. Area makan utama diisi kursi empuk dengan meja kecil yang intim. Sementara itu, area bar memanjang memberi sentuhan modern yang lembut. Tempat ini terasa seperti rumah nenek yang dirawat dengan serius.
Baca Juga : Menikmati Kopi dan Kuliner Tradisional Kaya Cita Rasa Sarat Sejarah di Kawisari Menteng
Masakan Rumahan, Rasa OtentikUma Oma Heritage meracik ulang resep dari berbagai daerah di Indonesia. Teknik memasaknya tetap tradisional, namun penyajiannya lebih rapi. Rasa yang muncul terasa familiar dan mudah dinikmati.
”Kami ingin membawa rasa yang dekat menjadi pengalaman yang lebih kuat dan nyata,” ujar Co-Founder Uma Oma Group, Firhan Salam. Eksplorasi menu dilakukan langsung ke berbagai daerah. Karena itu, setiap hidangan punya cerita tersendiri.
Hal paling terasa beda ada pada tim pelayanannya. Para pekerja lanjut usia hadir sebagai pelayan dan hostess. Interaksi yang terjadi terasa hangat dan personal. Firhan menegaskan konsep ini bukan sekadar program sesaat. “Ini komitmen jangka panjang bagi kami,” katanya. Mengutip proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah lansia RI mencapai 65 juta jiwa pada 2045. Karena itu, ruang kerja inklusif semakin dibutuhkan.
Baca Juga : Dari Artefak Antik hingga Sky Lounge, Hotel Ini Sajikan Pengalaman Imersif
Beberapa sosok Oma menjadi wajah utama di restoran ini. Oma Masliah kini aktif menyambut tamu sebagai hostess. Oma Juwita membawa pengalaman sosialnya ke dalam pelayanan. Di sisi lain, Oma Lauren tampil penuh energi saat berinteraksi. Ia dikenal sebagai mantan atlet bulutangkis yang tetap aktif. “Kami senang bisa terus belajar dan berbagi di sini,” tutur Oma Lauren.Dapur Oma, Interaksi Lebih Dekat
Pengunjung bisa melihat langsung proses memasak di dapur. Kue dan jajanan tradisional dibuat di depan mata. Momen ini membuat pengalaman makan terasa lebih hidup. Interaksi langsung membuat pengunjung lebih terhubung dengan makanan. Tidak hanya menikmati, tapi juga memahami prosesnya.
Uma Oma Heritage menjadi bagian dari pengembangan Oma Foundation. Program ini fokus pada pelatihan dan pemberdayaan lansia. Restoran yang resmi dibuka sejak 2 April 2026 ini menawarkan kombinasi rasa, cerita, dan pengalaman yang jarang ditemukan di Jakarta.









