Varian Baru COVID-19 'Cicada' Muncul Lagi, Apa Bedanya dan Bagaimana Pencegahannya?
Masyarakat kembali harus waspada karena kemunculan varian baru COVID-19 yang dijuluki “Cicada”. Varian dengan kode BA.3.2 tersebut saat ini dipantau oleh World Health Organization (WHO) dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) karena penyebarannya yang mulai terdeteksi di berbagai negara.
Para peneliti menemukan bahwa varian ini memiliki tingkat mutasi yang cukup tinggi sehingga memunculkan perhatian dari komunitas medis internasional.
Varian baru COVID-19 ini pertama kali teridentifikasi pada November 2024. Sejak saat itu, virus ini dilaporkan telah menyebar ke setidaknya 23 negara di dunia. Di Amerika Serikat sendiri, varian tersebut telah terdeteksi di 25 negara bagian hingga Februari 2026, menurut data CDC.
Baca Juga : Masyarakat kembali harus waspada karena kemunculan varian baru COVID-19 yang dijuluki “Cicada”.
Menanggapi hal tersebu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemunculan Cicada ini.Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengatakan gejala yang ditimbulkan varian Cicada pada dasarnya tidak berbeda dengan COVID-19 pada umumnya.
Ia menambahkan bahwa tidak ada gejala khusus yang membedakan varian ini dengan COVID-19. Karena itu, masyarakat diminta tetap waspada jika mengalami gejala mirip flu.
Untuk mencegah penularan penyakit ini, Aji mengatakan bahwa Langkah yang harus dilakukan adalah dengan menjalani isolasi mandiri bagi pasien yang terkonfirmasi menderita penyakit tersebut.
Baca Juga : Menkes Budi Bagikan Tips Bisa Tidur Cepat dan Nyenyak 7–8 Jam Setiap Hari, Nomor 5 Wajib!
“Penanganannya sama seperti COVID pada umumnya. Jika terbukti terinfeksi, tetap perlu isolasi mandiri,” ujar Aji.Untuk mencegah penularan, Kemenkes menekankan pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari. Langkah ini dinilai paling efektif untuk menekan risiko infeksi, termasuk dari varian baru.
Beberapa upaya yang sebaiknya dilakukan antara lain, rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, mengkonsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup, serta menggunakan masker saat sakit atau berada di keramaian.
Meski belum terdeteksi di Indonesia, Kemenkes terus melakukan surveilans, pelaporan rutin, serta pengujian laboratorium guna memantau perkembangan varian Cicada.









