Terungkap! Ratu Elizabeth II Tak Mau Teleponan Berdua dengan Pangeran Harry, Ini Alasannya
Kisah hubungan Ratu Elizabeth II dan cucunya, Pangeran Harry, kembali menjadi sorotan. Dalam buku terbarunya, penulis kerajaan Hugo Vickers mengungkap sejumlah klaim yang cukup mengejutkan.
Dalam buku berjudul Queen Elizabeth II: A Personal History, Vickers menyebut bahwa sang ratu tidak lagi merasa nyaman berbicara dengan Harry secara pribadi setelah sang pangeran mundur dari kehidupan kerajaan pada 2020.
Ia mengklaim, setiap kali Harry menelepon, Ratu Elizabeth II selalu meminta kehadiran staf atau dayang di ruangan yang sama. Hal ini dilakukan untuk memastikan ada saksi sekaligus catatan dari percakapan tersebut.
Dikutip Page Six, Vickers mengatakan bahwa ketegangan ini semakin terasa setelah Harry dan istrinya, Meghan Markle, memberikan wawancara kontroversial kepada Oprah Winfrey pada 2021. Dalam wawancara itu, Meghan menyinggung dugaan rasisme dari anggota keluarga kerajaan—yang kemudian ramai dikaitkan dengan Raja Charles III dan Kate Middleton.
Baca Juga : Meghan Markle dan Pangeran Harry Dikabarkan Mulai Dijauhi Tetangga, Tak Lagi Diterima di MontecitoHubungan yang Merenggang
Setelah pindah ke California pada 2020, Harry dan Meghan memang menjalani kehidupan yang jauh dari lingkungan kerajaan. Mereka juga merilis berbagai proyek, termasuk memoar Harry berjudul Spare yang menuai perhatian global.
Namun, menurut sumber yang dikutip Vickers, komunikasi antara Harry dan sang nenek menjadi semakin terbatas. Bahkan disebutkan, Ratu Elizabeth II sering memberikan jawaban singkat saat berbicara di telepon.
“Ada banyak jawaban satu kata seperti ‘ya’ dan ‘tidak’,” ujar seorang sumber istana.
Sumber yang sama juga menyebutkan bahwa kehadiran staf saat panggilan berlangsung bukan hanya untuk dokumentasi, tetapi juga sebagai bentuk perlindungan emosional bagi sang ratu.Baca Juga : Ajakan Damai Harry Tak Digubris William, Pintu Rekonsiliasi Sudah Tertutup?
Momen yang Canggung
Ketegangan itu juga disebut terlihat saat Harry dan Meghan membawa putri mereka, Putri Lilibet, bertemu Ratu untuk pertama kalinya dalam perayaan Jubileum Platinum pada Juni 2022.
Banyak Penerbangan Umrah Dibatalkan Imbas Serangan Amerika-Israel ke Iran, Atta Halilintar Sedih
Menurut Vickers, Ratu Elizabeth II memilih untuk tidak bertemu pasangan tersebut secara pribadi tanpa kehadiran orang lain.
Tak lama setelah itu, pada September 2022, sang ratu wafat, menutup bab panjang hubungan yang disebut-sebut penuh dinamika tersebut.Kisah Lama yang Kembali Terungkap
Dalam bukunya, Vickers juga mengungkap cerita lama sebelum pernikahan Harry dan Meghan pada 2018 di Katedral St. George.
Ia menulis bahwa Ratu Elizabeth II sempat menyarankan Harry untuk menunda pernikahan. Bahkan, beberapa anggota keluarga kerajaan disebut tidak sepenuhnya mendukung hubungan tersebut.
Pangeran Philip, misalnya, dikabarkan bersikap dingin terhadap Meghan, sementara Raja Charles III disebut menyarankan Harry untuk tidak terburu-buru.
Meski demikian, Harry tetap melangsungkan pernikahan mewah dengan Meghan pada Mei 2018.Ketegangan di Lingkungan Istana
Setelah menikah, pasangan ini sempat tinggal di Frogmore Cottage, Windsor. Namun, kehidupan mereka di sana juga tidak lepas dari kontroversi.
Vickers mengklaim bahwa Ratu pernah menegur Meghan karena dianggap bersikap kurang ramah terhadap seorang staf taman di area istana. Meski begitu, klaim ini belum pernah dikonfirmasi secara resmi oleh pihak terkait.
Buku karya Hugo Vickers ini dijadwalkan terbit di Inggris pada 8 April. Seperti banyak kisah keluarga kerajaan lainnya, isi buku tersebut kembali memicu perdebatan—antara fakta, persepsi, dan sudut pandang pribadi.









