Riwayat Pendidikan Robert Budi Hartono, Adik Michael Budi Hartono yang Juga Bos Djarum dan Pemilik Klub Como 1907
JAKARTA - Riwayat pendidikan Robert Budi Hartono, adik dari Michael Bambang Hartono yang juga bos Djarum. Robert Budi Hartono lulusan apa? Berikut riwayat pendidikan konglomerat yang dijuluki sebagai bagian dari “9 naga” Indonesia. Budi Hartono merupakan seorang pengusaha sukses yang bergerak di industri rokok hingga perbankan.
Riwayat Pendidikan Robert Budi Hartono
Robert Budi Hartono, yang memiliki nama asli Oei Hwi Tjiong, menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip), Semarang. Latar belakang pendidikannya ini menjadi fondasi baginya dalam mengambil alih kendali bisnis keluarga pasca meninggalnya sang ayah, Oei Wie Gwan, pada tahun 1963.
Pada tahun 1997, Robert mencetak sejarah dengan mengakuisisi saham mayoritas Bank Central Asia (BCA) di tengah krisis ekonomi yang melanda Indonesia. Di bawah kepemimpinannya, BCA berkembang pesat hingga menjadi salah satu bank terbesar di Asia Tenggara. Selain itu, ia juga aktif mendukung olahraga nasional, terutama bulu tangkis, melalui Djarum Foundation yang telah menghasilkan banyak atlet berprestasi.
Karier Robert Budi Hartono
Setelah wafatnya sang ayah pada tahun 1963, Robert bersama keluarganya mengambil alih kendali Djarum. Di bawah kepemimpinannya, Djarum mengalami perkembangan pesat, termasuk memperkenalkan rokok filter pertama kepada masyarakat Indonesia, Djarum Filter, pada tahun 1975.
Pada tahun 1981, Djarum meluncurkan Djarum Super yang hingga kini menjadi salah satu produk andalan di pasar domestik maupun internasional. Kesuksesan ini menjadikan Djarum sebagai salah satu pemimpin pasar di industri rokok.
Tak hanya di industri tembakau, ia juga memperluas bisnis ke sektor keuangan melalui akuisisi BCA. Bank tersebut berhasil bertahan melewati krisis ekonomi dan terus berkembang hingga menjadi salah satu bank paling dipercaya di Indonesia.
Robert juga merambah berbagai bidang lain seperti teknologi dan properti dengan mendirikan perusahaan seperti Polytron dan Blibli. Melalui investasi strategis di berbagai sektor, ia terus membangun kekayaan keluarga Hartono yang kini bernilai fantastis.










