Kusta Bisa Disembuhkan, Menkes Ingatkan Masyarakat Deteksi Dini

Kusta Bisa Disembuhkan, Menkes Ingatkan Masyarakat Deteksi Dini

Gaya Hidup | okezone | Kamis, 19 Maret 2026 - 19:10
share

JAKARTA - Kementerian Kesehatan RI menegaskan komitmennya dalam mempercepat eliminasi penyakit kusta di Indonesia. Upaya tersebut dilakukan melalui deteksi dini, pengobatan hingga tuntas, serta pemberian pencegahan bagi orang yang memiliki kontak erat dengan pasien.

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan bahwa kusta merupakan penyakit menular yang telah dikenal sejak lama dan kerap disertai stigma di masyarakat. Padahal, secara medis penyakit ini disebabkan oleh bakteri dan dapat disembuhkan.

Menurutnya, anggapan negatif yang berkembang selama ini muncul karena keterbatasan pengetahuan di masa lalu. Kini, penyebab dan pengobatan kusta sudah diketahui secara jelas.

Ia menekankan bahwa langkah utama dalam pengendalian kusta adalah menemukan sebanyak mungkin kasus agar bisa segera ditangani.

“Semakin banyak kasus ditemukan, itu menandakan sistem deteksi berjalan baik. Yang terpenting adalah segera diobati karena kusta bisa disembuhkan,” ujarnya.

Pengobatan kusta, lanjutnya, tergolong sederhana dan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar enam bulan, asalkan pasien menjalani terapi secara rutin hingga selesai.

Untuk mempercepat penemuan kasus, Kementerian Kesehatan juga mengoptimalkan program skrining melalui Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program ini diharapkan mampu menjangkau masyarakat lebih luas sehingga kasus kusta dapat terdeteksi lebih awal.

Selain itu, di wilayah Indonesia Timur, Kemenkes turut mendorong pemeriksaan tambahan guna mendeteksi kemungkinan resistensi obat. Langkah ini dilakukan melalui pemeriksaan genetik agar terapi yang diberikan lebih tepat sasaran.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, menyebut peringatan Hari Kusta Sedunia menjadi momen penting untuk meningkatkan kesadaran publik.

Menurutnya, peringatan ini tidak hanya bertujuan mengedukasi masyarakat, tetapi juga memperkuat komitmen berbagai pihak dalam menghapus stigma dan diskriminasi terhadap penyintas kusta.

Berbagai kegiatan digelar dalam rangkaian peringatan tahun ini, mulai dari skrining mandiri di tingkat keluarga, lomba penulisan bagi jurnalis, hingga kampanye edukasi yang melibatkan fasilitas kesehatan.

Sejumlah puskesmas yang aktif menemukan kasus baru juga mendapatkan penghargaan, di antaranya dari wilayah Kabupaten Tangerang, Kabupaten Brebes, dan Kota Jayapura.

Melalui berbagai upaya tersebut, pemerintah berharap eliminasi kusta di Indonesia dapat segera tercapai. Masyarakat pun diimbau untuk tidak ragu memeriksakan diri jika mengalami gejala, serta turut mendukung penghapusan stigma agar pasien bisa mendapatkan pengobatan dengan cepat dan tuntas.

Topik Menarik