Konsumsi Kopi Setiap Hari Ternyata Pengaruhi Otak, Ini Penjelasan Ahli soal Dampaknya

Konsumsi Kopi Setiap Hari Ternyata Pengaruhi Otak, Ini Penjelasan Ahli soal Dampaknya

Gaya Hidup | inews | Kamis, 26 Februari 2026 - 01:59
share

JAKARTA, iNews.id - Konsumsi kopi setiap hari ternyata memengaruhi otak secara langsung, tidak hanya membuat tubuh terasa lebih segar saat pagi hari. Banyak orang minum kopi atau teh berkafein untuk meningkatkan energi sebelum beraktivitas. Namun, di balik efek segarnya, kafein bekerja langsung pada sistem saraf pusat.

Kafein mampu menembus penghalang darah-otak dan memengaruhi kerja neurotransmitter. Salah satu yang paling terdampak adalah adenosin, zat kimia otak yang berperan memicu rasa kantuk. Ketika adenosin dihambat, sinyal mengantuk tidak tersampaikan secara maksimal.

Bagaimana Kafein membuat otak lebih terjaga? Saat seseorang mengonsumsi kopi, kafein masuk ke aliran darah dan mencapai otak dalam waktu relatif singkat. Di sana, dia menghambat reseptor adenosin yang biasanya memberi sinyal tubuh untuk beristirahat. Inilah yang membuat seseorang merasa lebih terjaga setelah minum kopi.

Efek tersebut membuat banyak orang mengandalkan kopi sebagai “penyelamat” di pagi hari. Sensasi segar yang muncul bukan karena energi baru tercipta, melainkan karena sinyal lelah ditekan sementara. Otak tetap bekerja, tetapi rasa kantuknya berkurang.

Selain menghambat adenosin, kafein juga merangsang pelepasan dopamin dan norepinefrin. Kedua neurotransmitter ini berkaitan dengan kewaspadaan, fokus, dan suasana hati yang lebih positif. Karena itu, banyak orang merasa lebih siap menghadapi pekerjaan atau belajar setelah minum kopi.

Penelitian menunjukkan kafein dapat meningkatkan beberapa aspek fungsi kognitif. Manfaat tersebut terutama terlihat pada memori jangka pendek dan kemampuan berkonsentrasi. Efek ini membantu otak tetap aktif dan mengurangi gangguan akibat rasa lelah.

Namun, respons setiap orang terhadap kafein berbeda. Tingkat toleransi, kebiasaan minum kopi, dan sensitivitas individu memengaruhi kuat atau lemahnya efek yang dirasakan. Pada sebagian orang, satu cangkir sudah cukup memberi dampak signifikan.

Efek Samping Jika Konsumsi Berlebihan

Meski memiliki manfaat, konsumsi kopi setiap hari juga bisa menimbulkan efek samping jika berlebihan. Beberapa di antaranya adalah jantung berdebar, gelisah, dan kecemasan. Gangguan tidur juga sering muncul, terutama jika kopi dikonsumsi pada sore atau malam hari.

Sebagian orang juga dapat mengalami sakit kepala akibat kafein. Efek ini biasanya muncul saat konsumsi berlebihan atau ketika tubuh mulai mengembangkan toleransi. Tubuh manusia memang dapat beradaptasi terhadap paparan kafein dalam jangka panjang.

Penting dipahami bahwa kafein bukan pengganti tidur atau nutrisi sehat. Dia hanya membantu meningkatkan kewaspadaan dalam jangka pendek. Kafein tidak mampu memperbaiki penurunan fungsi otak akibat kurang tidur atau stres kronis.

Karena itu, meskipun secangkir kopi dapat membantu meningkatkan fokus sementara, kualitas istirahat tetap menjadi fondasi utama kesehatan otak. Pola hidup sehat, tidur cukup, dan manajemen stres tetap berperan penting. Konsumsi kopi setiap hari sebaiknya dilakukan secara bijak dan tidak berlebihan.

Topik Menarik