Tips Aman Agar Puasa Ramadhan Lancar Bagi Penderita GERD
JAKARTA - Menjalani ibadah puasa bagi penderita GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) sering kali menjadi tantangan tersendiri. Perut yang kosong selama lebih dari 12 jam dapat memicu peningkatan produksi asam lambung. Ketika waktu berbuka tiba, keinginan untuk makan banyak dan cepat sering kali tidak terkendali.
Padahal, pola berbuka yang kurang tepat justru bisa memperparah gejala seperti dada terasa panas (heartburn), mual, perut kembung, hingga rasa asam di tenggorokan. Kondisi lambung yang sensitif membutuhkan perhatian khusus, terutama saat transisi dari perut kosong ke terisi makanan. Jika salah memilih menu atau langsung makan dalam porsi besar, risiko refluks asam lambung akan meningkat.
Karena itu, penting bagi penderita GERD untuk memahami strategi berbuka puasa yang aman agar ibadah tetap lancar tanpa gangguan kesehatan.
Tips Puasa untuk Penderita GERD
1. Mulai dengan Porsi Kecil dan Makanan Ringan
Saat azan magrib berkumandang, hindari langsung makan dalam porsi besar. Perut yang kosong seharian lebih sensitif terhadap makanan.
Awali dengan makanan ringan seperti kurma, biskuit tawar, roti gandum, atau pisang matang. Setelah itu, beri jeda sekitar 10–15 menit sebelum makan besar. Cara ini membantu lambung beradaptasi secara perlahan sehingga tidak kaget menerima asupan dalam jumlah banyak.
2. Hindari Makanan Pemicu Asam Lambung
Beberapa jenis makanan dapat memicu naiknya asam lambung, terutama saat berbuka. Hindari makanan pedas, gorengan dan makanan berlemak tinggi, makanan yang terlalu asam (seperti acar, cuka, atau tomat berlebihan), serta minuman bersoda, kopi, dan teh kental.
Sebagai gantinya, pilih makanan yang direbus, dikukus, atau dipanggang dengan sedikit minyak agar lebih ramah bagi lambung.
3. Jangan Minum Terlalu Banyak Sekaligus
Minum air dalam jumlah besar sekaligus saat berbuka bisa membuat lambung terasa penuh dan memicu refluks.
Sebagai tips, Anda bisa minum sedikit demi sedikit. Gunakan pola 2-4-2 (2 gelas saat berbuka, 4 gelas setelah makan malam hingga sebelum tidur, dan 2 gelas saat sahur) serta hindari minuman yang terlalu dingin. Air hangat atau suhu ruang umumnya lebih aman untuk lambung sensitif.
4. Makan dengan Perlahan dan Kunyah dengan Baik
Makan terlalu cepat membuat udara ikut tertelan dan meningkatkan tekanan dalam lambung. Hal ini bisa memperparah gejala GERD.
Biasakan untuk mengunyah makanan sekitar 20–30 kali, tidak berbicara terlalu banyak saat makan, dan duduk tegak. Kebiasaan sederhana ini membantu proses pencernaan menjadi lebih optimal serta mengurangi risiko asam lambung naik.
5. Hindari Langsung Berbaring Setelah Makan
Setelah berbuka dan makan malam, jangan langsung berbaring atau tidur. Posisi horizontal memudahkan asam lambung naik ke kerongkongan.
Tunggu minimal 2–3 jam sebelum tidur. Jika ingin beristirahat, duduk bersandar dengan posisi tubuh tetap tegak agar tekanan pada lambung tidak meningkat.










