Lebih Baik Transplantasi Ginjal atau Cuci Darah? Ini Kata Dokter
JAKARTA - Selama ini banyak orang menganggap transplantasi ginjal adalah langkah paling akhir untuk pasien gagal ginjal. Biasanya, penderita gagal ginjal akan menjalani cuci darah selama bertahun-tahun jika tidak memilih transplantasi ginjal.
Namun kini pandangan tersebut mulai bergeser. Transplantasi ginjal justru disarankan dilakukan lebih awal, saat fungsi ginjal belum benar-benar habis.
Spesialis Ginjal dan Hipertensi, Prof. Dr. dr. Endang Susalit, menjelaskan bahwa transplantasi ginjal justru dianjurkan ketika fungsi ginjal pasien berada di bawah 15 persen. Pada fase tersebut, pasien bahkan belum memasuki tahap untuk menjalani dialisis (cuci darah) rutin.
Menurut Prof. Endang, transplantasi pada fase ini memberikan hasil yang lebih baik bagi pasien.
“Di bawah 15 persen fungsinya, meskipun belum dicuci darah, itu sudah bisa dilakukan transplantasi. Bahkan hasilnya lebih bagus kalau dilakukan sebelum cuci darah,” jelas Prof. Endang dalam acara Clinical Milestone: Paparan Perjalanan 500 Kidney Transplant di Siloam ASRI.
Pasien Ginjal
Dijelaskan pula bahwa pasien yang menjalani transplantasi lebih dini biasanya akan pulih lebih cepat. Tiga bulan setelah tindakan, pasien umumnya sudah merasa lebih segar dan kualitas hidupnya meningkat.
“Tiga bulan setelah transplantasi, banyak pasien sudah terasa segar dan kualitas hidupnya meningkat,” tambahnya.
Cuci darah memang menjadi terapi penyelamat nyawa yang sering dipilih masyarakat Indonesia. Namun, perbedaannya sangat terasa karena pasien harus meluangkan waktu berjam-jam setiap minggu untuk menjalani prosedur tersebut.
Selain itu, pasien juga harus membatasi cairan dan makanan serta menghadapi risiko komplikasi kardiovaskular. Di sisi lain, transplantasi ginjal justru dapat mengembalikan pasien ke aktivitas harian yang lebih normal.
Namun, tetap perlu diingat bahwa transplantasi ginjal bukan berarti pasien terbebas dari status penyakit ginjal. Tindakan ini bukan merupakan upaya penyembuhan total, tetapi dari segi kualitas hidup, transplantasi memberi peluang yang jauh lebih baik dibandingkan dialisis (cuci darah) jangka panjang.









