Streaming di Indonesia Tembus 26,9 Juta Pelanggan, Drama Lokal Sukses Saingi Drakor

Streaming di Indonesia Tembus 26,9 Juta Pelanggan, Drama Lokal Sukses Saingi Drakor

Gaya Hidup | sindonews | Rabu, 11 Februari 2026 - 21:02
share

Kabar membanggakan datang dari industri hiburan Tanah Air. Dominasi Drama Korea (Drakor) yang selama ini merajai layanan streaming, kini mendapatkan saingan berat dari karya anak bangsa.

Berdasarkan data terbaru tahun 2025, konten lokal sukses menempel ketat popularitas Drakor.

Mengutip Variety pada Rabu (11/2/2026), data Media Partners Asia (MPA) dan platform pengukuran AMPD mencatat pasar streaming di Asia Tenggara mengalami lonjakan tajam hingga 19 persen.

Baca juga: 5 Cara Nonton Video Streaming di HP Agar Ngabuburit Lebih Maksimal

Total pelanggan di kawasan ini bahkan sudah menembus angka 61 juta akun. Namun, sorotan utama justru tertuju pada Indonesia. Ini karena Indonesia mendominasi pasar streaming di Asia Tenggara dengan kontribusi terbesar.

Drama Indonesia vs Drakor: Skor Imbang!

Pada kuartal keempat (Q4) 2025, konten lokal Indonesia berhasil menyamai pangsa pasar konten Korea.

Keduanya kini sama-sama menguasai 30 persen pangsa tontonan. Dari sisi jangkauan, baik film atau serial lokal maupun Drakor sama-sama dinikmati oleh sekitar 47-48 persen pengguna di Indonesia.

Analis Utama MPA, Dhivya T mengungkapkan, fenomena ini terjadi karena kualitas cerita (storytelling) sineas lokal yang meningkat drastis.

"Konten lokal Indonesia kini bersaing langsung dengan drama Korea di peringkat teratas VOD premium. Ini adalah pergeseran bermakna yang mencerminkan kepercayaan penonton terhadap karya anak bangsa," ujarnya, dikutip dari Variety.

Indonesia Dominasi Asia Tenggara

Tak hanya soal konten, jumlah pelanggan di Indonesia juga melesat tajam. Tercatat, basis pelanggan di Tanah Air kini menyentuh angka 26,9 juta akun.

Angka ini menjadikan Indonesia sebagai penyumbang terbesar pertumbuhan akun baru serta durasi tontonan di kawasan Asia Tenggara (Indonesia, Thailand, Filipina, Malaysia, Singapura). Selain kualitas konten, pergeseran gaya menonton juga jadi faktor penentu.

Meskipun HP masih jadi andalan, tren menonton via Connected TV (Smart TV) makin populer. Penonton di Indonesia kini lebih menyukai serial, film, dan olahraga di layar TV besar bersama keluarga dengan durasi nonton yang lebih lama.

Sementara itu, Thailand menunjukkan perkembangannya dalam hal "ekspor" konten seperti film dan serial horornya yang sukses menyedot 11,1 juta penonton dari luar negeri, terutama lewat platform seperti Netflix.

Kini, persaingan platform streaming di Asia Tenggara makin mengerucut. Hanya ada 3-4 pemain besar yang menguasai 70 persen pangsa pasar.

Topik Menarik