Cek Kesehatan Gratis, Hipertensi dan Masalah Gigi Mulai Muncul pada Anak Sekolah

Cek Kesehatan Gratis, Hipertensi dan Masalah Gigi Mulai Muncul pada Anak Sekolah

Gaya Hidup | sindonews | Rabu, 11 Februari 2026 - 17:12
share

Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Kementerian Kesehatan (Kementerian Kesehatan), Asnawi Abdullah, menyampaikan evaluasi satu tahun berjalannya program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Hasilnya ada dua penyakit yang perlu ditanggulangi sejak dini.

Berdasarkan data Kemenkes, ujar Asnawi, masalah kesehatan yang paling sering ditemukan pada anak sekolah adalah masalah gigi dan gejala hipertensi.

Baca juga: Kemenkes Akan Upgrade Cek Kesehatan Gratis 2026, Kanker Payudara Masuk Prioritas

“Tahun ini kita melakukan tidak hanya cek kesehatan, tapi juga follow up-nya. Dari hasil evaluasi, masalah gigi dan hipertensi sudah mulai muncul di anak sekolah. Kita ingin 130 juta masyarakat bisa terlayani untuk menekan beban penyakit katastropik di masa depan,” jelas Asnawi, melalui siaran pers, Rabu (11/2/2026).

Hal ini disampaikan saat kunjungan bersama Mendikdasmen Abdul Mu'ti dan Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan ke SMP Kristen IPEKA Sunter, Jakarta Utara , Selasa (10/2/2026) untuk meninjau pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG).Baca juga: Kemenkes: 70 Juta Masyarakat Ikut Cek Kesehatan Gratis Sepanjang 2025

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, melakukan kunjungan ke SMP Kristen IPEKA Sunter, Jakarta Utara, pada Selasa (10/2). Dalam kunjungan tersebut, ia meninjau pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG), program prioritas Presiden yang kini telah genap berjalan selama satu tahun.

Menteri Mu’ti melihat langsung proses pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh Puskesmas Tanjung Priok. “Program ini dimaksudkan sebagai bagian dari pelaksanaan program prioritas Bapak Presiden untuk pemeriksaan kesehatan gratis bagi anak-anak sekolah di seluruh Indonesia. Tujuannya adalah untuk melakukan tracing atau deteksi dini mengenai kesehatan anak-anak yang ada di sekolah-sekolah,” ujarnya.

Baca juga: Kemenkes Targetkan 136 Juta Orang Lakukan Cek Kesehatan Gratis 2026

Hingga saat ini, CKG telah menjangkau sekitar 25 juta siswa di 202.284 sekolah di seluruh Indonesia. Menteri Mu’ti menegaskan bahwa hasil pemeriksaan tersebut penting agar siswa mengetahui kondisi fisik mereka untuk mendukung kelancaran belajar.“Tujuannya bukan untuk memberikan punishment atau vonis bahwa anak itu sakit atau apa, tapi memberikan informasi mengenai kebugaran anak-anak kita. Dengan badan yang sehat, mereka akan menjadi generasi yang kuat dan berprestasi,” jelasnya.

Dua siswa SMP IPEKA Sunter, Nathan Emmanuel Winoto dan Calissta Hendarto, turut menceritakan pengalaman yang mereka rasakan. Nathan mengungkapkan bahwa melalui pemeriksaan ini, ia mengetahui adanya gangguan mata yang meningkat.

“Salah satunya adalah kondisi mata saya, yang menganjurkan saya untuk segera langsung ke dokter (mata) untuk pengecekan lebih lanjut. Dan, faktanya itu secara langsung membantu saya karena faktanya minus saya bertambah lumayan banyak, sehingga itu membantu saya dalam berbagai aspek, terutama ketika saya belajar karena itu meningkatkan kenyamanan saya untuk belajar,” ujar Nathan.

“Terima kasih banyak melalui program ini. Ini kali kedua saya melakukan program ini dan saya merasa sangat terbantu melalui program ini,” imbuh Calissta.

Topik Menarik