Rangkaian Natal Nasional 2025, UPH Tuan Rumah Seminar Nasional Bertema Ketahanan Keluarga

Rangkaian Natal Nasional 2025, UPH Tuan Rumah Seminar Nasional Bertema Ketahanan Keluarga

Gaya Hidup | sindonews | Rabu, 4 Februari 2026 - 11:29
share

Universitas Pelita Harapan (UPH) berkesempatan menjadi tuan rumah dalam Seminar Nasional 2026 yang menjadi rangkaian acara Perayaan Natal Nasional 2025. Seminar tersebut dilaksanakan di Auditorium Grand Chapel, Kampus Utama UPH Lippo Village, Tangerang pada Selasa (3/2/2026).

Seminar bertemakan “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga – Matius 1:21–24” itu mengajak masyarakat untuk merefleksikan kembali keluarga sebagai ruang pertama pembentukan nilai kasih, toleransi dan kemanusiaan dalam kehidupan. Tema tersebut dilatarbelakangi oleh pergeseran nilai, serta tantangan ketahanan keluarga yang semakin kompleks di Indonesia.

Baca juga: Tsinghua University, UPH, dan Lippo Group Kolaborasi Pengembangan AI untuk Kesehatan

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman sekaligus Ketua Umum Panitia Natal Nasional 2025, Maruarar Sirait menegaskan rangkaian Natal 2025 termasuk seminar yang digelar di UPH bukan sekedar refleksi semata.

Hal itu turut diwujudkan melalui aksi nyata, mulai dari bakti sosial, bantuan bagi korban bencana, pemberian beasiswa, perbaikan gereja, hingga penyediaan ambulans di berbagai daerah.“Komitmen tersebut kami wujudkan melalui berbagai inisiatif sosial sepanjang rangkaian Natal Nasional 2025, mulai dari pembagian seribu paket pendidikan senilai Rp10 juta per penerima di berbagai daerah, renovasi 100 gereja, penyaluran 20 ribu paket sembako di 10 wilayah Indonesia, pembangunan dua jembatan di Papua, distribusi 30 ribu Alkitab ke seluruh Indonesia, hingga bantuan bagi para korban bencana alam,” kata Ara dalam sambutannya.

Baca juga: UPH Tuan Rumah Young Chef Competition 2025, Tumbuhkan Talenta Kuliner Muda

Ia berharap, dengan langkah nyata yang diberikan bisa menambah refleksi Natal sebagai momen lahirnya generasi baru yang berani memperjuangkan kebenaran dan keadilan. “Semoga kita semua bisa menjadi anak-anak Tuhan yang menegakkan kebenaran dan keadilan, apapun resikonya,” tambah dia.

Sementara itu, Rektor Universitas Pelita Harapan, Dr. (Hon.) Jonathan L. Parapak menekankan bahwa seminar ini mengajak masyarakat untuk sadar bahwa keluarga menjadi tonggak membangun kehidupan termasuk pendidikan. Menurutnya, keluarga merupakan ruang pertama pembentukan karakter, nilai, dan iman yang menuntun setiap anggotanya untuk bertumbuh secara utuh dan bertanggung jawab di tengah masyarakat.

“Melalui pendidikan, UPH ingin terus mengambil peran sebagai alat Tuhan untuk membawa harapan dan dampak positif bagi bangsa,” tegas Jonathan.Senada dengan Dr. (Hon.) Jonathan L. Parapak, Koordinator Seminar Nasional 2026, Pdt. Prof. Binsar Jonathan Pakpahan mengungkapkan alasan mengapa seminar tersebut digelar di lingkungan kampus. Ia menilai, kampus merupakan ruang strategis untuk mendekatkan kembali nilai-nilai keluarga kepada generasi muda, sekaligus memperkuat kesadaran bahwa pendidikan sejatinya berawal dari rumah. Apalagi, keluarga memegang peranan utama dalam pembentukan karakter dan kekuatan iman seseorang.

“Perguruan tinggi harus menjadi ruang untuk membicarakan nilai-nilai keluarga, ketahanan, dan iman. Dari kampus inilah kita ingin membangun fondasi yang kuat bagi keluarga-keluarga Indonesia ke depan,” ungkap Binsar.

Di sisi lain, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto selaku pemateri seminar menuturkan bahwa sumber daya manusia yang unggul dapat disiapkan secara matang melalui pendidikan. Ia menilai, penguasaan teknologi sudah menjadi kebutuhan mendasar yang harus dimiliki generasi muda.

“Pendidik merupakan garda terdepan dalam proses pembentukan kualitas SDM, karena dari tangan merekalah lahir generasi yang siap menghadapi tantangan zaman. Pendidikan yang dikelola dengan baik akan menjadi fondasi kuat dalam menciptakan SDM yang adaptif, kompeten, dan berdaya saing,” tutur Brian.

Tokoh lainnya yang juga turut jadi pemateri adalah Pendiri Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH), Dr. (H.C.) James T. Riady, yang mengajak masyarakat untuk menenangkan hati keluarganya. Sebab, ia menyadari bahwa perubahan sejati harus dimulai dari pembaruan diri, dengan menjalani hidup yang berbeda, lebih bertanggung jawab, dan berakar pada kebenaran yang memerdekakan.“Bangsa yang kuat lahir dari keluarga yang kuat. Ketika relasi keluarga sedang tidak baik, itu bukan akhir dari segalanya. Jangan kehilangan harapan, karena setiap keadaan sulit selalu membuka kesempatan untuk pemulihan,” ajak James.

Selain itu, James juga mengajak peserta untuk kembali merenungkan inti dari pelayanan dan iman Kristen melalui kisah dalam Injil Lukas tentang seorang lumpuh yang telah bertahun-tahun hidup tanpa harapan. Menurutnya, mukjizat kesembuhan bukan sekadar tindakan belas kasihan. Lebih dari itu, pengampunan dosa menjadi inti dari misi Yesus. Refleksi ini kemudian dikaitkan dengan peran pendidikan, khususnya di UPH.

“Melalui pendidikan, UPH tidak hanya membentuk kemampuan intelektual, tetapi juga menyentuh dan memulihkan manusia secara utuh. Saya berharap, agar gereja maupun pendidikan di Indonesia terus dipenuhi oleh belas kasihan, dengan Kristus sebagai pusat kehidupan dan pelayanan,” tutur dia.

Seminar Nasional 2026 menjadi ruang refleksi yang meneguhkan peran keluarga sebagai fondasi persatuan bangsa, sekaligus menginspirasi generasi penerus untuk memuliakan Tuhan melalui karya nyata yang membawa berkat bagi Indonesia.

Selain menjadi ajang refleksi Natal, Seminar Nasional 2026 di UPH ini juga turut menunjukan aksi sosial dengan penyerahan lima unit ambulance dari PT Astra International Tbk dan diserahkan kepada lima lembaga lintas agama, yakni Masjid Istiqlal, Pos Pelayanan HKBP Perum Green Cikarang, Keuskupan Bogor, Yayasan Graha Yadnya, dan Yayasan Jejak Peduli. Dengan penyerahan ini, total bantuan ambulans yang disalurkan oleh Panitia Natal Nasional 2025 mencapai 35 unit.

Topik Menarik