Thailand hingga Singapura Perketat Kawasan, Waspada Virus Nipah Jelang Imlek
Wabah virus Nipah yang terjadi di India membuat beberapa negara di Asia meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, sudah ditemukan kasus kematian akibat infeksi virus Nipah di negara bagian West Bengal.
Negara-negara seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura kini memperketat kawasannya dengan melakukan m pemeriksaan kesehatan tambahan di pintu masuk seperti bandara. Hal ini dilakukan sebagai langkah pencegahan untuk mencegah penularan virus Nipah keluar dari wilayah India.
Baca juga: Bagaimana Penularan Virus Nipah? Ini Penjelasan Ahli Epidemiologi
Pemeriksaan ini berupa pemeriksaan suhu tubuh, pengujian kesehatan, dan skrining untuk pelaku perjalanan dari daerah yang terdampak. Virus Nipah sendiri dikenal sebagai patogen yang sangat mematikan, dengan tingkat kematian pada manusia antara 40 hingga 75.
Virus Nipah merupakan virus zoonotik, artinya dapat menyebar dari hewan ke manusia. Penularan sebagian besar terjadi melalui kontak dengan kelelawar buah yang membawa virus tersebut, termasuk melalui cairan tubuh seperti air liur, urine, atau kotoran.
Penularan antar manusia juga bisa terjadi meskipun lebih jarang dibanding penularan dari hewan ke manusia. Kini negara-negara di Asia memperketat kawasan akibat virus tersebut.
Apalagi sebentar lagi menjelang periode perjalanan tinggi seperti Tahun Baru Imlek. Namun virus ini memang belum menyebar luas di India sehingga masyarakat terdampak diperkirakan masih rendah.
Virus Nipah dapat menyebabkan penyakit serius pada manusia. Gejalanya seperti demam tinggi dan ensefalitis (peradangan pada otak) yang memerlukan perawatan medis.
Bagi kelompok usia tertentu dan mereka yang memiliki sistem imun lemah bisa berisiko lebih tinggi terhadap komplikasi penyakit ini. Untuk itu masyarakat dan otoritas kesehatan diminta meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap risiko zoonotik ini.










