STTRII Kukuhkan Dua Guru Besar Bidang Teologi Sistematika Reformatoris dan Teologi Misi

STTRII Kukuhkan Dua Guru Besar Bidang Teologi Sistematika Reformatoris dan Teologi Misi

Gaya Hidup | okezone | Senin, 2 Februari 2026 - 16:30
share

JAKARTA - STT Reformed Injili Internasional (STTRII) secara resmi mengukuhkan Pdt. Billy Kristanto dan Pdt. Stevri P. N. I. Lumintang sebagai guru besar di dalam sidang senat terbuka yang diadakan di Aula John Calvin, Reformed Millenium Center International, Jakarta, Sabtu (31/1/2026).

Pengukuhan ini menandai momen penting dalam kehidupan akademik dan spiritual institusi yang menegaskan komitmennya terhadap pengembangan dalam pendidikan teologi, penelitian, dan pelayanan kepada masyarakat. Dalam sidang senat terbuka kali ini, Ketua STT Reformed Injili Internasional, Prof. Benyamin Intan, Ph.D menyampaikan selamat kepada Pdt. Billy Kristanto dan Pdt. Stevri P. N. I. Lumintang. 

"Saya mengucapkan selamat kepada Pdt. Billy Kristanto dan Pdt. Stevri P. N. I. Lumintang atas pengukuhannya sebagai guru besar," katanya.

Selain itu, ucapan selamat juga datang dari Anggota DPR RI, Putra Nababan yang turut menghadiri prosesi pengukuhan. Dia berharap ke depannya akan semakin banyak guru besar di STTRII. “Perjuangan menjadi seorang guru besar tidak semudah itu, sangat detail dan teknis sekali. Kita beruntung sudah ada tiga guru besar di STTRII dan berharap agar semakin bertambah ke depannya,” ucapnya.

Kontribusi dalam Iman dan Pelayanan

Pdt. Billy Kristanto dan Pdt. Stevri P. N. I. Lumintang dikukuhkan sebagai guru besar. (Foto: iNews Media Group/Leony)

Pdt. Prof. Billy Kristanto, Dipl. Mus., Dr. phil., Dr. theol. serta Pdt. Prof. Dr. Stevri Lumintang, D.Th., Th.D., Ph.D. memiliki rekam jejak yang panjang dalam bidang keilmuan masing-masing. 

Karya akademik mereka mencakup bidang-bidang utama, seperti teologi sistematika reformatoris dan teologi misi. Dalam bidangnya masing-masing, keduanya berkontribusi, baik pada diskursus ilmiah maupun pembentukan pemimpin masa depan di dalam iman dan pelayanan.

Dalam orasinya yang berjudul “Masa Depan dan Potensi Teologi Reformed”, Pdt. Prof. Billy Kristanto, Dipl. Mus., Dr. phil., Dr. theol. mengawalinya dengan penekanan terhadap tugas teologi Reformed yang mengemban panggilan transformatif dengan menjadi teologi budaya transformasional, yakni teologi yang menafsirkan dan membentuk budaya, bukan sekadar membela doktrin tradisional secara isolatif. 

Menurutnya, dengan melandaskan diri pada teologi kebangunan, masa depan teologi Reformed bukan terletak pada inovasi-inovasi yang paling mutakhir, melainkan pada komitmennya atas pembaruan rohani. 

Sementara itu, orasi ilmiah Pdt. Prof. Dr. Stevri Lumintang, D.Th., Th.D., Ph.D. mengeksplorasi Tema Theologia Misi John Cavin dan Realisasinya pada Abad ke-16, serta Relevansinya dengan Reformed Injili Abad ke-21. 

Studi mendalam mengenai tulisan-tulisannya dengan metode historis-theologis mengungkapkan bahwa Calvin memang tidak menulis khusus dogmatika misi. Akan tetapi, tema-tema misi Kristen yang mendasar dalam tulisan-tulisannya tersebut menunjukkan model misi Trinitas, misi Kerajaan Allah dalam dunia, misi gereja, tugas misionaris para rasul, misi holistik, dan misi inklusif kepada bangsa-bangsa.

Kepada media, Prof. Billy mengaku merasa terhormat mendapatkan tanggung jawab yang lebih besar. Dia berharap tanggung jawab sebagai guru besar ini dapat menjadi berkat untuk masyarakat dan menjadi lebih peka dengan isu sosial yang terjadi, serta bagaimana mengaitkannya dengan refleksi teologis.

“Suatu tanggung jawab yang lebih besar, bisa lebih jadi berkat, bukan hanya untuk orang Kristen, tetapi juga bangsa Indonesia, masyarakat Kota Jakarta, dan beyond. Harapannya saya bisa lebih memacu diri untuk mengajar lebih baik, lebih berdedikasi, lebih peka dengan pergumulan masyarakat lalu bagaimana menjawabnya dari refleksi teologis,” katanya, Sabtu (31/1/2026).

Hal senada disampaikan oleh Prof Stevri yang memaknai pengukuhan guru besar sebagai amanah baru yang lebih berat. Dia menitikberatkan tanggung jawabnya kepada bangsa dan kemanusiaan ke depannya. Sebab, menurutnya, guru besar tak sekadar pencapaian belaka, tetapi merupakan titik awal.

“Menyandang guru besar itu suatu beban, karena masalah pertanggungjawaban apakah kita guru besar hanyalah seorang guru atau hanya membesar-besarkan diri? Beban ini harus dipertanggung jawabkan. Namun di sisi lain, ini merupakan kepercayaan, dari Tuhan, pemerintah, lembaga tempat saya mengajar, serta mahasiswa dan stakeholder di bidang pendidikan. Setelah ini kita mau berbuat apa untuk bangsa dan kemanusiaan,” tuturnya.

Dukung Lahirnya Guru Besar Baru

Prosesi pengukuhan Pdt. Billy Kristanto dan Pdt. Stevri P. N. I. Lumintang sebagai guru besar.  (Foto: iNews Media Group/Leony)

Pada kesempatan tersebut, Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama, Dr. Jeane Marie Tulung, S.Th., M.Pd. yang turut hadir menyampaikan harapannya agar masyarakat dan lingkungan sekitar dapat terus proaktif mendorong lebih banyak lagi lahirnya guru besar. 

Menurutnya, hal ini menjadi tantangan bagaimana disiplin ilmu yang sudah ditekuni dapat lebih dikembangkan dan bermanfaat untuk masyarakat, gereja, dan negara. 

“Keilmuan ini harus mampu menyapa realitas sosial kita yang plural. Semakin banyak gelar profesor dan doktor, tentu akan memberi nilai tambah. Mari terus bersama-sama mendorong ekosistem akademik yang sehat, inovasi dihargai, integritas dijunjung tinggi, dan semangat pengabdian yang menjadi napas utama," ujarnya.

Setelah pembacaan dan penetapan SK Guru besar, pengalungan gordon dilakukan oleh Pendiri dan Ketua Kehormatan STTRII, Pdt. Dr. (H. C.) Stephen Tong.

"Saya bersyukur melihat hari ini Indonesia diberkati oleh Tuhan dengan damai dan kesehatan. Saya senang karena ada dua profesor yang diangkat hari ini. Saya akan melihat anak muda bangkit terus satu per satu dapat melampaui saya, dalam pimpinan Tuhan, menjadi berkat bagi Indonesia,” ucapnya.

Aula John Calvin yang berkapasitas 1.000 kursi hampir dipenuhi oleh para hadirin yang  terdiri atas senat akademik, fakultas, mahasiswa, pendeta, tamu undangan, jemaat, dan perwakilan dari lembaga mitra. 

Tak hanya menampilkan prosesi akademik, sidang senat terbuka yang diadakan di Aula John Calvin, Reformed Millenium Center International, Jakarta, Sabtu (31/1/2026) ini juga terdiri dari agenda deklarasi pengukuhan resmi, sambutan, serta doa dan ucapan syukur yang merefleksikan panggilan teologi dalam isu-isu kontemporer.

Topik Menarik