329 Tim dari 10 Provinsi Ramaikan Kompetisi Greenmech 2026
Dalam rangka mempersiapkan Generasi Emas Indonesia yang berprestasi sebagaimana dicanangkan pemerintah, Rumah Edukasi selaku perwakilan World Association GreenMech di Indonesia menggelar Kompetisi Sains, Koding, dan Robotik berbasis STEAM melalui ajang Kompetisi Greenmech 2026 tingkat regional.
Kompetisi ini diselenggarakan bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi ternama, yakni Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Riau, Universitas Katolik Parahyangan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, serta Universitas Prima Indonesia.
Baca juga: Kado HUT ke-80 RI, Siswa Indonesia Raih 3 Emas di Kompetisi World GreenMech 2025
Kompetisi regional ini berlangsung di enam wilayah Indonesia dengan jadwal sebagai berikut:
10 Januari 2026 di Universitas Negeri Semarang untuk wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta;24 Januari 2026 di Universitas Riau untuk wilayah Riau dan Sumatera;31 Januari 2026 di Universitas Negeri Jakarta untuk wilayah DKI Jakarta dan Banten;7 Februari 2026 di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya untuk wilayah Jawa Timur dan Indonesia Timur;14 Februari 2026 di Universitas Katolik Parahyangan untuk wilayah Jawa Barat;28 Februari 2026 di Universitas Prima Indonesia untuk wilayah Sumatera Utara.Sebanyak 329 tim dari 10 provinsi ambil bagian dalam kompetisi ini, menunjukkan tingginya antusiasme pelajar Indonesia terhadap pengembangan sains, teknologi, dan inovasi berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics).
Baca juga: Kisah Audric Tsai dan SWA RoboKnights Tembus Kejuaraan Dunia Robotika
Empat Cabang Kompetisi Greenmech 2026
Terdapat empat cabang kompetisi dalam ajang Greenmech regional 2026, yakni GreenMech, Robot for Mission (R4M), Greenmech Junior Science, dan Greenmech Junior Programmer.1. GreenMech
GreenMech merupakan kompetisi merancang struktur mekanika Rube Goldberg Machine yang kreatif dan kompleks untuk menyelesaikan tugas sederhana. Kompetisi ini mengintegrasikan konsep green energy dengan prinsip saintifik berbasis STEAM. Peserta dibagi dalam tiga jenjang: SD, SMP, dan SMA.Setiap tim yang terdiri dari 3–4 siswa ditantang untuk berkolaborasi, melakukan brainstorming, serta membangun konstruksi mekanika inovatif yang menggabungkan teori sains dan kreativitas. Tujuan utamanya adalah menumbuhkan semangat kerja sama tim sekaligus mengaplikasikan pembelajaran sains secara nyata.
2. Robot for Mission (R4M)
Robot for Mission (R4M) merupakan kompetisi merancang dan memprogram robot untuk menyelesaikan misi tertentu. Pada kompetisi regional kali ini, misi yang diangkat adalah memindahkan bibit pohon di Perkebunan Pintar menggunakan robot hasil rakitan dan pemrograman peserta.Kompetisi ini mendorong kemampuan coding, teknik manipulasi, serta pengoperasian robot melalui berbagai perangkat seperti smartphone, tablet, maupun laptop. Setiap tim terdiri dari 3–4 siswa dengan peran masing-masing, mencerminkan kolaborasi human-machine yang inovatif dan membedakan R4M dari kompetisi robot lainnya.
3. Greenmech Junior Science
Kompetisi ini diperuntukkan bagi siswa sekolah dasar yang dibagi dalam kelompok beranggotakan dua orang. Peserta membuat dua proyek mekanika sederhana, yakni mobil berbasis energi inersia untuk memindahkan “peluru” di hutan dan pelontar berbasis energi elastisitas karet untuk mencapai target dengan nilai tertinggi.4. Greenmech Junior Programmer
Cabang ini juga diperuntukkan bagi siswa SD yang berkelompok dua orang. Peserta merakit robot sederhana dan membuat program tanpa komputer untuk menyelesaikan tiga misi di hutan lindung, yaitu rotasi 360 derajat di empat titik, menyalakan lampu di tiga titik, serta memindahkan hewan yang dilindungi ke lokasi aman.Menuju Kompetisi Nasional dan Internasional
Kompetisi regional ini menjadi ajang pemanasan sebelum Kompetisi Nasional yang akan digelar pada 25–26 April 2026, serta Kompetisi Internasional pada 8–9 Agustus 2026 di Thailand.Pada 2024 lalu, Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah kompetisi Greenmech tingkat internasional yang diikuti 12 negara. Tim R4M Indonesia bahkan berhasil meraih emas kategori R4M Basic dalam ajang World Greenmech 2024 dan 2025, memperkuat posisi Indonesia di kancah robotik dan STEAM dunia.
Sebelum pelaksanaan kompetisi regional, Rumah Edukasi juga telah mengadakan pelatihan bagi kepala sekolah dan guru serta simulasi kompetisi bagi siswa dari berbagai kota di Indonesia. Kegiatan ini turut melibatkan sejumlah perguruan tinggi mitra, termasuk Universitas Bina Nusantara.










