Apa Itu Virus Nipah? Sedang Heboh di India, Kenali Gejala dan Cara Penularannya

Apa Itu Virus Nipah? Sedang Heboh di India, Kenali Gejala dan Cara Penularannya

Gaya Hidup | idxchannel | Selasa, 27 Januari 2026 - 13:40
share

IDXChannel—Apa itu virus Nipah? Pada 13 Januari 2026, dua kasus infeksi virus Nipah (NiV) dilaporkan terjadi di Kalkuta, Bengal Barat, India. Namun kini jumlah pasien mencapai lima orang, dengan 100 orang tengah dikarantina. 

Merespons laporan kasus infeksi ini, pemerintah Thailand dan Nepal mulai melaksanakan pemeriksaan kesehatan di bandara internasional dan wilayah perbatasan sebagai antisipasi, meskipun belum ada kasus infeksi NiV dilaporkan di dua negara ini. 

Infeksi NiV tak hanya membuat khawatir Thailand dan Nepal, melansir South China Morning Post (27/1/2026) masyarakat China pun turut mengkhawatirkan potensi pandemi dari virus tersebut, apalagi sebentar lagi libur Imlek tiba dan banyak orang akan pergi liburan. 

Tak mengherankan bila kasus infeksi di India ini menjadi perhatian banyak negara, sebab tingkat kematian (case fatality rate/CFR) yang cukup tinggi, yakni mencapai 40-75 persen, dan belum ada vaksin atau pengobatan khususnya. 

Berikut ini adalah informasi asal usul virus Nipah, gejala yang dialami, dan cara penularan yang patut diwaspadai. 

Apa Itu Virus Nipah? Gejala yang Dialami dan Cara Penularannya 

Melansir Departemen Kesehatan Hong Kong, virus Nipah pertama kali terdeteksi di Malaysia dan Singapura pada 1998-1999. Awalnya virus ini menjangkiti pekerja peternakan babi dan orang-orang yang mengalami kontak dekat dengan babi. 

Virus ini dapat menjangkiti beragam jenis binatang. Mulai dari babi, kuda, kambing, domba, kucing, anjing, dan kelelawar. Dalam dua dekade terakhir, laporan infeksi NiV muncul dari Bangladesh dan India. 

Transmisi virus pada kasus infeksi yang terjadi di Bangladesh dan India banyak terjadi lewat konsumsi sari pohon kurma mentah yang terkontaminasi oleh kelelawar buah. Hewan ini adalah salah satu binatang inang virus nipah. 

Melansir RS Pusat Pertamina, ada dua cara penularan virus nipah, yakni dari hewan ke manusia (zoonosis) dan penularan antar hewan.

Hewan ke Manusia 

  • Inang alami: kelelawar pemakan buah (jenis pteropus) adalah inang alami virus NiV tanpa menunjukkan gejala sakit 
  • Perantara: babi yang terinfeksi dari kontak dengan buah atau air liur kelelawar buah dapat menjadi medium penyebar virus, lalu menularkannya ke manusia terdekat 
  • Konsumsi langsung: manusia bisa terjangkit virus nipah dengan mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi urine atau air liur kelelawar inang virus Nipah 

Antar Manusia

Terjadi lewat kontak dekat dengan cairan tubuh (droplet pernapasan, urine, darah) dari orang-orang yang terinfeksi, terutama di lingkungan keluarga atau faskes.
  
Lalu bagaimana dengan gejala yang dirasakan pasien usai terjangkit virus ini? Sebagai informasi, masa inkubasi virus NiV umumnya adalah 4-14 hari, tetapi bisa hingga 45 hari. Gejala awalnya seringkali mirip flu, sehingga sering mengecoh pasiennya. 

Infeksi NiV memiliki spektrum luas. Bisa tanpa gejala (asimtomatik), hingga gejala gangguan pernapasan ringan hingga berat, hingga ke gejala fatal seperti enchepalitis (radang otak). 

Pasien perlu waspada jika dia memiliki riwayat kontak atau belum lama ini berkunjung ke daerah endemis. Berikut ini adalah gejala-gejala awal yang patut dicermati:

  • Demam tinggi
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot 
  • Muntah 
  • Sakit tenggorokan 
  • Tidak enak badan (malaise) 

Gejala lanjutan (fase neurologis/ensefalitis) yang harus diwaspadai: 

  • Mengantuk  
  • Disorientasi atau kebingungan mental 
  • Pusing 
  • Kejang 
  • Penurunan kesadaran (dapat berlanjut koma dalam 24-48 jam) 
  • Tanda-tanda encephalitis akut 

Departemen Kesehatan Hong Kong mencatat di antara para pasien yang berhasil selamat dari encephalitis akut saat terjangkit infeksi NiV, sekitar 20 persen di antaranya mengalami masalah syaraf persisten.

Selain itu pasien infeksi NiV juga bisa mengalami gejala pernapasan seperti batuk dan sakit tenggorokan, lalu sulit bernafas dan terkadang bisa berkembang menjadi pnemonia akut. Infeksi NiV juga berisiko pada komplikasi jangka panjang seperti kejang berulang dan defisit neurologis. 

Itulah informasi singkat tentang apa itu virus Nipah.  


(Nadya Kurnia)

Topik Menarik