Cara Menabung Tak Menyiksa Ala Gen Z, Tetap Bisa Nikmati Hidup
JAKARTA - Menabung adalah hal yang penting untuk menjaga stabilitas finansial. Namun bagi sebagian orang, menabung sering dirasa menimbulkan tekanan.
Terlebih bagi Generasi Z yang harus menyeimbangkan kestabilan finansial tanpa harus ketinggalan hal-hal untuk menyenangkan diri yang membutuhkan pengeluaran. Maka dari itu, muncul tren baru di kalangan Gen Z yang membuat menabung terasa lebih ramah, lebih fleksibel, dan tidak menimbulkan tekanan emosional, yang disebut dengan soft saving.
Soft saving memberi ruang untuk tetap menabung sambil tetap menikmati kesejahteraan mental dan pola hidup yang seimbang. Tren ini tidak mengajarkan soal berhemat ekstrem, tetapi tentang cara menabung yang sesuai dengan gaya hidup makin banyak orang muda saat ini.
Soft saving tidak terlalu membatasi diri agar tetap bahagia secara finansial dan emosional. Bukan berarti mengesampingkan kebutuhan masa depan, tetapi lebih menciptakan cara menabung yang fleksibel dan mudah dijalani sehari-hari tanpa rasa bersalah.
Tren ini sangat populer di kalangan Gen Z karena generasi ini tidak hanya ingin stabil secara finansial, tetapi juga menjaga kesehatan mental dan kualitas hidup saat ini. Soft saving memungkinkan mereka menabung sambil tetap punya ruang untuk bersenang-senang atau menikmati hal-hal kecil dalam hidup.
Jika menabung tradisional biasanya menggunakan cara disiplin yang ketat seperti menentukan persentase tetap dari gaji, mengurangi semua pengeluaran yang dirasa “tidak perlu”, dan fokus pada tujuan masa depan yang jauh, maka soft saving lebih realistis, dengan prinsip seperti:
- Menabung tanpa rasa bersalah saat ingin membeli sesuatu yang memberi kebahagiaan
- Membagi tabungan berdasarkan tujuan tanpa tekanan besar
- Menutup kebutuhan masa depan sekaligus memperhatikan kebahagiaan saat ini
- Soft saving bisa dilakukan dengan cara seperti:
- Menyisihkan jumlah tetap setiap bulan berdasarkan kemampuan (tanpa dipaksakan terlalu besar)
- Membuat kategori tabungan yang jelas, misalnya tabungan darurat, liburan, dan hobi
- Memberi ruang dalam anggaran untuk hal-hal yang membuat hidup terasa lebih menyenangkan (di luar kebutuhan dasar)
Dengan begitu, menabung tidak terasa seperti beban, tetapi menjadi suatu kebiasaan yang mudah dipertahankan dalam jangka panjang. Cara ini sangat cocok dengan Generasi Z karena tidak memberi tekanan, anggaran lebih fleksibel, dan tetap memperhatikan kesejahteraan mental.
Soft saving bukan sekadar tren, tetapi bukti pergeseran cara pandang Generasi Z terhadap uang dan hidup. Alih-alih mengikuti aturan yang kaku dan membuat stres, mereka memilih cara yang lebih ramah, realistis, dan bisa bertahan dalam jangka panjang.










