Benarkah Orang Malas Justru Punya IQ Lebih Tinggi? Ini Faktanya

Benarkah Orang Malas Justru Punya IQ Lebih Tinggi? Ini Faktanya

Gaya Hidup | okezone | Minggu, 4 Januari 2026 - 09:10
share

JAKARTA – Benarkah orang malas justru memiliki IQ lebih tinggi? Anggapan ini kerap menjadi bahan perbincangan. Tak jarang muncul stereotip bahwa orang cerdas cenderung malas karena merasa terlalu pintar untuk melakukan pekerjaan fisik atau rutinitas sehari-hari. Namun, benarkah tingkat kecerdasan seseorang bisa diukur dari seberapa aktif atau rajin ia beraktivitas?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penting membedakan antara kecerdasan, motivasi, dan kebiasaan seseorang dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Berikut penjelasannya.

Mitos: Orang Malas Memiliki IQ Lebih Tinggi

Melansir NS Development, salah satu mitos yang berkembang menyebutkan bahwa individu dengan IQ tinggi cenderung malas karena merasa kurang tertantang oleh tugas-tugas yang dianggap terlalu mudah. Anggapan ini kemungkinan muncul dari stereotip tentang sosok “jenius” yang lebih senang berpikir abstrak dibandingkan melakukan aktivitas rutin.

Namun, perlu dipahami bahwa IQ merupakan ukuran kemampuan kognitif, bukan indikator motivasi, etos kerja, atau semangat beraktivitas. Sejumlah penelitian ilmiah menunjukkan bahwa tidak ada hubungan langsung antara tingkat kecerdasan dengan tingkat kemalasan atau aktivitas fisik seseorang.

Secara teori, IQ mengukur kemampuan mental dalam memahami informasi kompleks, memecahkan masalah, serta belajar dari pengalaman. Oleh karena itu, mengaitkan kecerdasan dengan tingkat aktivitas fisik sering kali merupakan generalisasi yang keliru.

Fakta: Kecerdasan Tidak Berkaitan Langsung dengan Kemalasan

Berbagai studi ilmiah mengungkapkan bahwa tidak terdapat korelasi signifikan antara IQ dan tingkat aktivitas fisik maupun semangat kerja. Salah satunya adalah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Psychological Science, yang meneliti hubungan antara IQ dan aktivitas fisik di lingkungan kerja.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa individu dengan IQ tinggi tidak lebih malas atau kurang aktif dibandingkan mereka yang memiliki IQ rata-rata. Dengan kata lain, kecerdasan tidak menentukan seberapa rajin atau aktif seseorang dalam bekerja.

Pandangan ini juga didukung oleh para psikolog dan sosiolog yang menilai bahwa faktor seperti motivasi pribadi, etika kerja, minat, serta lingkungan sosial jauh lebih berpengaruh terhadap perilaku seseorang dibandingkan tingkat kecerdasan semata.

Dalam beberapa kasus, individu dengan IQ tinggi memang terlihat kurang aktif pada bidang tertentu. Namun, hal tersebut biasanya disebabkan oleh kurangnya minat, bukan karena sifat malas. Mereka justru dapat sangat fokus dan produktif pada bidang yang sesuai dengan ketertarikan dan keahliannya.

Topik Menarik