Cerita Unik Fajar Kuto Didatangi Preman Sungguhan di Lokasi Syuting Preman Pensiun X

Cerita Unik Fajar Kuto Didatangi Preman Sungguhan di Lokasi Syuting Preman Pensiun X

Gaya Hidup | sindonews | Minggu, 1 Juni 2025 - 18:00
share

Pengalaman tak terlupakan dialami Fajar Kuto, pemeran Ujang dalam sinetron Preman Pensiun X, saat menjalani syuting musim pertama di Terminal Cicaheum, Bandung. Tanpa disangka, saat dirinya tengah berakting sebagai preman yang meminta iuran, ia justru didatangi oleh preman asli yang mengira adegan itu nyata.

Saat itu, proses pengambilan gambar masih menggunakan kamera kecil dan kru berada cukup jauh dari lokasi utama. Tak disangka, aksi Fajar malah menarik perhatian preman asli di terminal yang datang menghampiri. Momen tak terduga ini menjadi salah satu kenangan paling berkesan selama 10 tahun keterlibatannya dalam sinetron Preman Pensiun, yang kini memasuki musim ke-10.

"Saat sedang syuting, adegannya pertama itu, saya masih inget, di Terminal Cicaheum. Karena kamera yang dipakai syuting kecil, saya sedang akting meminta iuran, ada preman aslinya datang. Seru lah pokoknya," kata Fajar saat nonton bareng (nobar) Preman Pensiun X di YBF Cafe, Jalan Buahbatu, Kota Bandung, pada Sabtu, 31 Mei 2025 malam.

Aktor yang sudah memerankan Ujang sejak musim pertama ini mengaku bersyukur masih dipercaya membintangi Preman Pensiun hingga musim ke-10. Ia menyebut sinetron legendaris RCTI ini telah menjadi bagian penting dari hidupnya, bahkan para pemain dan kru sudah seperti keluarga sendiri.

Baca Juga:Sinopsis Layar Drama Indonesia Preman Pensiun X Eps 2: Kecurigaan Otang pada Indah

Foto/Agus Warsudi

"Nggak kerasa sudah bersama selama 10 tahun, dari PP (Preman Pensiun) I hingga X. Sudah seperti keluarga dengan semua pemain. Tidak menyangka akan sejauh ini," jelasnya.

Dalam musim terbaru ini, tokoh Ujang mengalami perkembangan karakter yang signifikan. Setelah meninggalkan dunia preman, Ujang kini menjalani profesi baru di bidang otomotif. Perubahan ini selaras dengan beberapa karakter lain seperti Cecep dan Bubun, yang juga memilih membuka usaha kecil.

"Teman preman lainnya, seperti Cecep dan Bubun juga membuka usaha. Jadi Preman Pensiun X lebih menceritakan perekonomian para preman setelah tidak lagi di jalanan," ujarnya.

Di sisi lain, sutradara Preman Pensiun, Aris Nugraha, mengungkapkan bahwa produksi musim ke-10 sebenarnya dipercepat karena adanya kekosongan episode dari musim sebelumnya. Menurutnya, Preman Pensiun IX seharusnya terdiri dari 40 episode, namun hanya sempat tayang 28 episode.Baca Juga:Sinopsis Layar Drama Indonesia Preman Pensiun X Eps 1: Pekerjaan Baru, Debt Collector dan Aksi Copet

RCTI kemudian meminta agar kelanjutan kisah tersebut segera ditayangkan dalam bentuk Preman Pensiun X. "RCTI meminta Preman Pensiun X secepatnya tayang. Seperti PP VII ke PP IX yang hampir tidak ada jeda. Bisa dikatakan, Preman Pensiun X merupakan penundaan episode di Preman Pensiun IX," ungkap Aris.

Meski begitu, Aris tetap mempertahankan kualitas khas sinetron ini, termasuk tetap menggunakan aktor non-profesional dalam beberapa peran agar karakter terasa lebih hidup dan natural. Ia juga menambahkan bahwa dunia premanisme masih tetap menjadi benang merah cerita, khususnya di area terminal dan pasar, namun fokus utama kini lebih kepada dinamika kehidupan setelah pensiun.

Aris berharap Preman Pensiun X mampu menyamai bahkan melampaui kesuksesan musim sebelumnya, meskipun proses produksinya cukup melelahkan. Dengan karakter-karakter baru, konflik segar, dan pesan moral yang tetap relevan, Preman Pensiun X diharapkan bisa kembali memikat hati penonton dan menjadi tontonan penuh nilai kehidupan, sebagaimana musim-musim sebelumnya.

"Itu melelahkan. Ini sinetron stripping yang paling lama pembuatannya. Satu episode memakan waktu tiga hari karena yang berakting bukan pemain (aktor atau aktris). Bukan bidang mereka untuk akting. Namun harapannya, PP X dapat menandingi kesuksesan PP IX," tutup Aris.

Baca Juga:Hadir Kembali Dengan Season Baru yang Seru, Preman Pensiun X di RCTI Siap Ramaikan Layar Drama Indonesia, Mulai 31 Mei 2025

Topik Menarik