Kenali Perbedaan Gejala Asam Urat Dan Rematik, Sama-sama Penyakit Sendi
AKURAT.CO Kebanyakan orang menganggap gejala asam urat dan rematik sama. Mereka menyangka bahwa dirinya mengalami rematik, padahal sebenarnya ia mengalami asam urat, begitu pula sebaliknya.
Asam urat dan rematik, keduanya menyebabkan rasa nyeri, bengkak dan kemerahan pada sendi. Kedua kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Meski demikian, terdapat beberapa perbedaan antara rematik dan asam urat.
Dikutip dari beberapa sumber, Senin (10/7/2023), berikut perbedaan gejala dari kedua penyakit tersebut.
Perbedaan Gejala antara Asam Urat dan Rematik
Rematik dan asam urat sama-sama merupakan jenis dari arthritis atau radang sendi. Keduanya sama-sama menimbulkan gejala kekakuan, pembengkakan, nyeri sendi sehingga membuat gerak Anda menjadi terbatas.
Tetapi, rematik atau rheumatoid arthritis umumnya memengaruhi lapisan sendi (synovium). Peradangan dan gejala biasanya dimulai pada sendi yang kecil, seperti tangan, kemudian menyebar ke sendi lainnya seperti pergelangan tangan, pergelangan kaki, lutut, siku, pingul dan bahu.
Gejala rematik seperti rasa nyeri dan kekakuan sendi pun biasanya memburuk pada pagi hari setelah bangun tidur atau terlalu lama beristirahat. Selain itu, nyeri sendi pada rematik umumnya simetris atau memengaruhi kedua sisi tubuh, seperti jari tangan kanan dan kiri.
Sementara penyakit asam urat atau gout biasanya memengaruhi sendi yang besar di jempol kaki, tetapi juga bisa terjadi di sendi manapun, seperti pergelangan kaki, lutut, siku, pergelangan tangan, dan jari. Gejala asam urat pun biasanya sering berpindah dan jarang simetris.
Contohnya adalah, jika rasa nyeri bisa muncul di jempol kaki kiri lalu diikuti dengan jempol kaki kanan tetapi sedangan asam urat berikutnya mungkin saja menyerang salag satu lutut atau pergelangan tangan. Gejala asam urat pun kerap kambuh pada malam hari pada saat tertidur.
Kedua penyakit ini kerap menimbulkan demam pada penderitanya. Namun seseorang dengan penyakit asam urat lebih sering mengalami demam dibandingkan dengan rematik.
Perbedaan Penyebab Asam Urat dan Rematik
Kedua penyakit ini merupakan sama-sama penyakit sendi. Tetapi penyebab antara rematik dan asam urat berbeda. Penyebab rematik adalah gangguan autoimun yakni kondisi ketika sistem imun atau kekebalan secara keliru menyerang jaringan tubuh yang sehat.
Pada kasus rematik, lapisan sendi atau sinovium merupakan bagian persendian yang umumnya terpengaruh. Kondisi ini menyebabkan peradangan pada sinovium yang kemudian memengaruhi jaringan di sekitar sendi lainnya hingga bisa merusak sendi secara keseluruhan.
Sementara itu, penyebab asam urat adalah kelebihan kadar zat asam urat (uric acid) di dalam darah. Kadar asam urat yang terlampau tinggi akan menumpuk dan membentuk kristal asam urat di sendi, cairan dan jaringan di dalam tubuh hingga kemudian menimbulkan rasa nyeri pada sendi.
Kadar asam urat tinggi umumnya terjadi karena megonsumsi terlalu banyak makanan yang mengandung purin. Purin inilah yang kemudian diolah tubuh untuk menjadi asam urat.
Cara Mencegah Asam Urat dan Rematik
Penyebab rematik dan asam urat berbeda sehingga cara mencegah kedua penyakit ini pun berbeda. Penyakit rematik umumnya sulit dicegah karena penyebab dari gangguan autoimun itu sendiri belum diketahui pasti.
Namun, risiko rheumatoid arthritis bisa diturunkan dengan berhenti merokok, berolahraga serta menghindari paparan lingkungan dan berbagai pantangan rematik lainnya. Sementara untuk mencegah asam urat adalah perubahan gaya hidup dengan menghindari makanan yang mengandung purin tinggi dan rutin berolahraga.










