Kenali Ciri Ciri Muka Iritasi Karena Skincare yang Tidak Cocok
Setiap manusia memiliki jenis kulit yang berbeda-beda, begitu juga dengan pemicu iritasi yang berbeda-beda pula. Ada beberapa orang yang berusaha sekuat tenaga untuk menjauhi alkohol karena dapat menyebabkan munculnya bercak-bercak kering dan membuat kulit semakin kering. Kecuali jika kulit Anda begitu "kuat" seperti kulit badak, pasti ada saja bahan-bahan di luar sana yang tidak cocok dengan kulit Anda, kalau sudah begitu apa ciri ciri muka iritasi karena skincare yang tidak cocok.
Sebenarnya, ciri ciri muka iritasi karena skincare dapat dengan mudah dikenali. Namun, terkadang kita cenderung mengabaikan tanda-tanda tersebut dan menganggapnya hanya sebagai gejala purging biasa, padahal sebenarnya kulit Anda sedang mencoba mengirimkan pesan. Tidak hanya bahan-bahan dalam produk perawatan kulit, alat pembersih seperti Clarisonic pun dapat memicu iritasi.
Ketika kulit mengalami iritasi, tanda-tanda yang paling umum adalah kulit yang menjadi kemerahan. Kadang-kadang hanya berwarna merah saja, tetapi kadang-kadang kemerahan juga disertai dengan rasa perih. Ketika kulit sudah terlihat merah, terasa panas, dan menghasilkan sensasi-sensasi yang menyengat, wah, itu artinya iritasi yang terjadi sudah parah, dan terkadang juga terasa gatal yang sangat mengganggu, di mana jika digaruk kulit akan semakin merah.
Ciri ciri muka iritasi karena skincare juga bergantung pada jenis kulitnya. Ada orang yang justru menghasilkan minyak berlebih ketika kulitnya mengalami iritasi, dan hal ini dapat menyumbat pori-pori mereka. Minyak berlebih ini dapat menyebabkan munculnya jerawat dan bruntusan, yang merupakan tanda-tanda umum lainnya saat kulit mengalami iritasi.
Jika iritasi kulit berlangsung terlalu lama, maka akan merusak sistem regenerasi kulit dan memperlambat proses penyembuhan kulit. Artinya, jika Anda sedang mengalami jerawat, jerawat tersebut akan sulit hilang. Jika kulit mengalami dehidrasi, diperlukan waktu yang lama untuk mengembalikan kelembapan kulit. Pada kasus yang parah, kulit yang sudah "terbiasa" dengan iritasi akan lebih cepat mengalami penuaan karena sel-sel kulit sehatnya tidak berada dalam kondisi yang baik untuk melakukan regenerasi.
Lalu, bahan-bahan apa saja yang harus dihindari agar tidak memicu iritasi? Secara umum, bahan-bahan yang berpotensi menyebabkan iritasi pada kulit adalah alkohol, pewangi, minyak wangi, dan minyak esensial. Namun, perlu diingat bahwa bahan-bahan ini tidak selalu buruk untuk kulit, seperti halnya alkohol yang dapat mengurangi minyak secara efektif bagi mereka yang memiliki kulit berminyak jika digunakan dalam kadar yang tepat.
Namun, hal yang perlu diingat adalah tidak semua bahan kimia buruk untuk kulit, dan tidak semua bahan alami baik. Begitu pula sebaliknya, karena iritasi kulit dapat dipicu oleh berbagai hal, bahkan jika Anda bukan pemilik kulit sensitif.










