Terungkap Alasan Terduga Pelaku Habisi Nyawa Gadis Cantik Toraja Agnes Retni Anggraini

Terungkap Alasan Terduga Pelaku Habisi Nyawa Gadis Cantik Toraja Agnes Retni Anggraini

Gaya Hidup | BuddyKu | Senin, 15 Mei 2023 - 08:48
share

HERALD.ID, BAHODOPI Diinterogasi seorang polisi di dalam sel tahanan, terduga pelaku pembunuhan terhadap Agnes Retni Anggraini mengungkap alasannya membunuh korban.

Ternyata, berawal saat pelaku hendak meminjam uang Rp500 ribu kepada korban. Namun kata pelaku, korban tidak meminjamkan.

Pelaku juga mengaku kesal, karena disebut pembohong. Itu saat pelaku menyebut orang tuanya sebagai alasan dia meminjam uang.

Dia bilang jangan bawa-bawa orang tua, ujar pelaku saat diinterogasi di dalam sel.

Petugas itu tampak gregetan. Dia mengambil sandal putih, lalu memukul-mukulkan ke paha terduga pelaku.

Kau tidak mau disebut pembohong, baru kau memang pembohong, ujar petugas itu.

Itu terlihat dalam sebuah video yang diunggah salah seorang pengguna Facebook.

Dalam video itu, tampak seorang pria berbaju hijau terduduk di lantai. Bersandar pada tembok. Tampak ada perban di betis kirinya. Diduga, pria itu pelaku pembunuhan terhadap Agnes Retni Anggraini, gadis cantik asal Makale, Tana Toraja.

Dalam video terdengar suara pria menginterogasi terduga pelaku. Terduga pelaku mengakui membunuh korban dengan menggunakan batu. Belum ada keterangan mengenai identitas terduga pelaku. Juga motifnya. Polisi masih melakukan pengembangan.

Sebelumnya diberitakan, seorang gadis cantik asal Tana Toraja, Agnes Retni Anggarini (28), ditemukan sudah tak bernyawa di salah satu kamar kantornya, Kelurahan Bahadopi, Kecamatan Bahadopi, Morowali, Sabtu, 13 Mei 2023 malam.

Tubuhnya bersimbah darah. Tangan dan kaki terikat tali rapiah biru. Wajahnya tertutup baju dan berlumuran darah. Diduga korban meninggal dunia karena dibunuh.

Kapolres Morowali AKBP Suprianto mengatakan, pihaknya sudah memeriksa lima orang saksi. Mereka adalah teman dan rekan kerja di perusahaan, termasuk yang terakhir kali melihat Agnes.

Kuat dugaan gadis asal Makale, Tana Toraja itu adalah korban pembunuhan dengan penyiksaan. Indikasinya menguat setelah dalam olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan barang bukti, yakni sebuah batu yang berlumuran darah di samping jenazah korban.

Diduga pelaku menggunakan batu itu untuk menghabisi nyawa korban.

Dalam olah TKP terdapat batu yang berlumuran darah yang diduga keras digunakan pelaku menghabisi nyawa korban. Kaki dan tangan korban terikat tali rapiah warna biru serta muka korban tertutup baju dan berlumuran darah, sehingga diduga korban meninggal dunia karena dibunuh, demikian laporan polisi Satreskrim Polres Morowali.

Di tubuh korban juga terdapat sejumlah luka. Di antaranya, luka robek kepala sebelah kanan, luka lebam telinga kanan bagian belakang dan lengan kanan luka lebam.

Kemudian luka robek pada dahi sebelah kanan, goresan di alis, lutut kanan dan bahu lebam, satu gigi atas lepas serta dari telinga korban mengeluarkan darah.

korban ditemukan tewas sekira pukul 20.40 Wita. Sebelum ditemukan tewas, korban diantar tunangannya bernama Desrianto Palulungan dari rumah ke kantor. Itu diungkap kerabat korban, Hanry.

Sabtu pagi itu, korban diantar tunangannya Desri. Karena korban membawa uang untuk diberikan ke karyawan. Siang hari, tunangannya pulang duluan. Sedangkan korban masih di kantor.

Namun sampai malam hari, Agnes belum juga pulang. Ponselnya tidak aktif saat dihubungi. Keluarga mulai cemas, lantas mendatangi kantor korban.

Saat itu kata Hanry, kantor korban tertutup. Keluarga lalu mendobrak. Mereka kaget menemukan Agnes sudah meninggal kondisi mengenaskan. Kepala pecah dan lebam lebam serta kaki dan tangan terikat. Jasadnya ditutupi kain, jelas Hanry.

Minggu, 14 Mei 2023 sore, jenazah Agnes dipulangkan ke Makale. Diperkirakan tiba pagi ini ( bs/asw)
Topik Menarik