Alasan Manusia Purba Lebih Besar dan Kuat, Riset Sebut Gegara Minum Susu

Alasan Manusia Purba Lebih Besar dan Kuat, Riset Sebut Gegara Minum Susu

Gaya Hidup | BuddyKu | Senin, 23 Januari 2023 - 00:03
share

JAKARTA, celebrities.id - Sebuah penelitian mengungkap bahwa manusia purba tumbuh lebih tinggi dan lebih kuat. Ternyata hal ini lantaran sering minum susu.

Setelah menganalisis ribuan kerangka kuno, penulis penelitian menemukan bahwa peningkatan ukuran tubuh manusia cenderung bertepatan dengan penyebaran genetik persistensi laktase yang mengacu pada kemampuan mencerna susu setelah masa bayi.

Peneliti berangkat berupaya untuk menentukan bagaimana massa tubuh dan perawakan nenek moyang kita berubah saat pertanian muncul di berbagai daerah, serta faktor apa yang mungkin memengaruhi perubahan ukuran tubuh.

Hingga saat ini, sebagian besar diasumsikan bahwa manusia pada awalnya menjadi lebih kecil, ketika mereka mengadopsi pertanian lantaran pola makan mereka menjadi lebih buruk, dan kesehatan mereka memburuk.

Tapi, setelah melihat 3.507 kerangka dari 366 situs arkeologi di Eropa, Timur Tengah, Lebih Nil, Asia Selatan dan China, peneliti menemukan bahwa efek penyusutan tersebut sebenarnya dimulai sebelum revolusi pertanian.

Peneliti menjelaskan, pergeseran global menyebabkan menuju kemungilan. Peneliti menyarankan, bahwa kelangkaan makanan setelah Maksimum Glasial terakhir, mungkin telah menghambat pertumbuhan mereka yang hidup pada saat itu.

Beberapa waktu kemudian, pertanian mulai kembali dilakukan di Levant dan Asia timur. Keduanya menawarkan kondisi yang sangat baik, untuk domestikasi tanaman. Pada wilayah tersebut, ukurang tubuh manusia tidak banyak berubah selama ribuan tahun berikutnya.

Sebaliknya, pertanian jauh lebih sulit di Eropa, karena tanaman yang diperkenalkan dari Asia gagal tumbuh, dan orang harus minum susu untuk bertahan hidup.

Ketika pola makan susu menyebar ke seluruh eropa, seleksi alam memastikan bahwa gen persistensi laktase menjadi semakin umum di populasi eropa.

"Proses evolusi itu mengarah mengarah pada pola intoleransi laktosa yang kita lihat hari ini, di mana orang di Eropa Utara lebih sering toleran laktosa daripada orang di Eropa Selatan," ujar salah satu tim peneliti, Jay Stock, seperti yang dikutip dari IFL Science.

Ketika melihat kerangka, para peneliti mencatat adanya peningkatan ukuran tubuh yang cukup signifikan di Eropa tengah sekitar 5.000-8.000 tahun yang lalu, dengan pembesaran serupa di antara orang Eropa Utara yang terjadi sekitar 1.000 tahun kemudian.

Skala waktu itu cocok dengan penyebaran gen persistensi laktase di kedua populasi tersebut. Hal itu menunjukan, bahwa konsumsi susu mungkin sudah mendorong percepatan pertumbuhan.

"Di Eropa Utara, peningkatan sedang dalam massa tubuh tercatat di Inggris di antara laki-laki, namun kecenderungan paling signifikan terhadap peningkatan tinggi badan dan massa tubuh ditemukan di wilayah Baltik dan Skandinavia selatan," katanya.

Tim peneliti menyimpulkan, dampak konsumsi susu pada ukuran tubuh manusia di seluruh dunia cukup berpengaruh pada warisan genetik.

"Minum susu secara budaya penting di berbagai benua, dan kami melihat warisan genetiknya hari ini," ujar Stock.

Kemudian, Stock juga mengatakan, mekanisme yang sama juga kemungkinan mendorong beberapa variasi ukuran manusia di Afrika, seperti penggembala Maasai di Afrika timur bertubuh tinggi dan memiliki sejarah budaya minum susu. Namun, saat ini tim peneliti belum memiliki data untuk mengujinya.

Topik Menarik