Mulai Diminati Sejak Dini, Ini Alasan Mengapa Gen Z Memilih Skin Care Anti-aging

Mulai Diminati Sejak Dini, Ini Alasan Mengapa Gen Z Memilih Skin Care Anti-aging

Gaya Hidup | BuddyKu | Sabtu, 17 Desember 2022 - 10:01
share

Belakangan, semakin marak kehadiran produk skincare yang diperuntukkan bagi remaja atau Gen Z. Menariknya, berdasarkan sebuah riset yang dilakukan oleh ZAP Beauty Index 2023 ditemukan bahwa sebanyak 34,2% Gen Z sudah mulai mencari manfaat anti-aging dari produk skincare . Hal serupa juga ditemukan pada riset yang sama tahun 2021 dengan persentase 41.7% . Lantas, apa yang membuat para Gen Z berpikir sudah membutuhkan skincare anti-aging? Yuk, cari tahu!

Pandangan remaja terhadap penuaan

Alasan Gen-Z Memilih Skin Care Anti-aging

Melansir CNN , seorang remaja membagikan video di TikTok yang berisi tentang ketakutan mereka menjadi tua serta kegemarannya akan mengaplikasikan sunscreen yang obsesif. Dalam video itu, remaja tersebut tampak mengaplikasikan gua sha pada wajah sembari mengatakan, "Aku takut menua... kenapa orang kulit putih harus menua begitu parah. Aku ingin awet muda."

Video itu pun menerima sejumlah komentar dari orang lain dengan kisaran usia serupa yang juga merasa takut akan bertambah tua. Sebuah komentar berbunyi, "Saya SANGAT takut pada penuaan, "Saya 15 (tahun) dalam 2 hari dan saya sudah menggunakan retinol , vitamin C, dan gua sha dengan sunscreen ," tulis komentar lainnya.

Bermula dari munculnya ketakutan dan rasa tidak aman tersebut, akhirnya mendorong banyak remaja mengembangkan obsesi perawatan kulit untuk mencegah tanda-tanda penuaan. Dengan demikian, tak heran jika remaja masa kini menambahkan produk anti-aging ke dalam rutinitas mereka.

Penyebab remaja tertarik skin care anti-aging

Alasan Gen-Z Memilih Skin Care Anti-aging

Tak dipungkiri, munculnya rasa kekhawatiran pada remaja sehingga membuat mereka menganggap perlu menggunakan produk skincare anti-aging juga datang sebagai efek dari pemasaran yang dibuat oleh merek kecantikan. Paparan digital dengan akses penuh ke media sosial, di mana remaja atau Gen Z mudah menjangkau semua informasi hingga tren terkini, termasuk soal kecantikan, juga membuat mereka berpikir dan menginginkan sesuatu yang lebih.

Generasi Z dapat membuat pendapat mereka didengar jauh lebih keras daripada generasi sebelumnya, kata MaryLeigh Bliss, VP konten di Gen Z dan perusahaan riset dan wawasan milenial Y Pulse.

Lebih dari itu, pasar anti-aging bahkan diperkirakan akan menarik penjualan global lebih dari USD88 miliar pada tahun 2026. Alhasil, mulai banyak merek yang merilis produk anti-aging untuk remaja. Produk anti penuaan tidak lagi hanya untuk konsumen kecantikan yang lebih tua, kata Clare Varga, Head of Beauty di lembaga peramalan tren global WGSN, dilansir dari CNN .

Ada persona kecantikan baru yang disebut Skinvestors, generasi baru, konsumen kecantikan pertama yang memandang perawatan kulit sebagai investasi. Skinvestors mendapat informasi, investigasi, dan menyukai merek teknologi kulit dan kulit yang mengutamakan sains yang didukung oleh bukti. Jadi, pemasaran produk (anti-aging) telah bergeser untuk fokus pada sains dan bukti, tambahnya.

Penuaan yang terjadi pada remaja

Alasan Gen-Z Memilih Skin Care Anti-aging

Terlepas dari berbagai pemaparan di atas, lantas bagaimana efek penuaan pada remaja? Well, pada dasarnya, remaja biasanya belum mengalami kerutan atau bahkan garis halus. Dikatakan demikian, sebab usia remaja memiliki cukup elastin dan kolagen di kulit, sehingga tanda-tanda penuaan seperti kerutan jarang terjadi selama fase ini.

Namun, KidsHealth mencatat bahwa beberapa orang berusia 20-an memiliki sedikit kerutan di sekitar mata sebagai akibat dari menyipitkan mata atau menghabiskan terlalu banyak waktu di bawah sinar matahari. Yup, karena bagaimana pun pilihan lingkungan dan gaya hidup seseorang dapat menyebabkan kulit menua sebelum waktunya, menurut American Academy of Dermatology Association (AAA). Lebih lanjut, berikut ini beberapa cara untuk mengurangi munculnya penuaan:

Topik Menarik