5 Rekomendasi Film Kemerdekaan

5 Rekomendasi Film Kemerdekaan

Gaya Hidup | BuddyKu | Jum'at, 12 Agustus 2022 - 12:16
share

Mengisi hari kemerdekaan banyak yang bisa Buddies lakukan. Mulai dari ikut lomba, menghias rumah dan lingkungan tempat tinggal sekitar, hingga menonton film tentang kemerdekaan Indonesia untuk menambah semangat kemerdekaan.

Berikut adalah 5 rekomendasi film tentang kemerdekaan:

1. Pasukan Berani Mati (1983)

Pada 1983 lalu, Imam Tantowi pernah menggarap film tentang perjuangan rakyat Indonesia dengan judul Pasukan Berani Mati. Film tersebut mengisahkan orang-orang yang rela mengorbankan jiwa dan raganya untuk melawan penjajah.

Kisah dari film ini berawal ketika Kapten Bondan (Dicky Zulkarnaen), seorang pemimpin battalion harus gugur ketika melawan Belanda. Saat itu, pasukannya hanya tersisa enam orang saja. Mereka yang tersisa membentuk pasukan berani mati dan berhasil menyerang markas Belanda.

2. Merah Putih (2009)

Film Merah Putih yang rilis pada tahun 2009 merupakan bagian pertama dari "Trilogi Merdeka". Ini merupakan salah satu film sejarah terbaik yang mengisahkan para pejuang Indonesia yang kembali melawan Belanda setelah kemerdekaan, tepatnya pada tahun 1947.

Suasana perang dalam film ini begitu terlihat nyata seakan kita sebagai penonton sedang terlibat dalam perang. Apalagi \'Merah Putih\' melibatkan ahli-ahli Hollywood untuk proses produksinya, salah satunya ahli efek visual Adam Howarth yang sempat sukses dengan \'Saving Private Ryan\' dan \'Black Hawk Down\'.

Merah Putih memakan biaya produksi sebesar US$ 6 juta dollar. Maka tak heran jika film ini masuk dalam nominasi sebagai Musik Original Terbaik dalam ajang Piala Citra.

Sekuel selanjutnya dari Merah Putih yang berjudul \'Darah Garuda\' dan \'Hati Merdeka\' secara berturut-turut dirilis pada tahun 2010 dan 2011.

3. Sang Pencerah (2010)

Sang Pencerah merupakan film garapan Hanung Bramantyo yang mengangkat kisah nyata dari pendiri Muhammadiyah, yaitu KH Ahmad Dahlan. Film tersebut melibatkan bintang papan atas seperti Lukman Sardi, Yati Surachman, Giring Ganesha, Zaskia Adya Mecca, hingga Sujiwo Tejo.

Kisah berawal ketika KH Ahmad Dahlan yang baru pulang dari Mekkah dan melihat warga kampungnya yang keliru dalam melaksanakan ajaran agama. Selain memiliki tugas membenarkan kembali ajaran yang salah tersebut, dia juga harus berulang kali terlibat masalah dengan pihak Belanda yang turut andil dengan rusaknya ajaran islam di kampungnya.

Berkat cerita yang menarik serta makna yang dalam mengenai nilai-nilai perjuangan dalam melawan penjajahan, film ini mendapatkan penghargaan dalam ajang Jakarta International Film Festival (JIFFest) ke-12 pada tahun 2010.

4. Soekarno: Indonesia Merdeka (2013)

Film ini menjadi film yang paling cocok untuk ditonton pada 17 Agustus karena mengisahkan tentang presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno. Mengikuti kisah pria Bernama Kusno yang sejak kecil sering sakit-sakitan. Hingga kedua orang tuanya mengganti nama anak tersebut dengan Soekarno.

Dalam film ini, kita akan melihat Soekarno tampil dengan pidato-pidatonya yang penuh semangat. Film yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo ini begitu detail mulai dari peristiwa pengasingan Soekarno hingga detik-detik proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Hebatnya, film ini pernah memenangkan penghargaan di ASEAN International Film Festival and Awards (AIFFA Award) sebagai Skenario Terbaik. Ario Bayu yang berperan sebagai Soekarno serta Lukman Sardi sebagai Moh. Hatta juga masuk dalam nominasi Aktor Terbaik dan Aktor Pendukung Terbaik dalam ajang tersebut.

5. Sang Kiai (2013)

Sang Kiai mengangkat kisah dari KH Hasyim Asyari (Ikranagara) yang merupakan sosok dibalik berdirinya Nahdlatul Ulama (NU). Saat itu, beliau menolak melakukan Seikerei (menghormati matahari) karena hal tersebut menyimpang dari agama Islam.

Melihat permasalahan tersebut, KH Wahid Hasyim (Agus Kuncoro) mencari jalan diplomasi dengan pihak Jepang untuk membebaskan sang ayah yang ditangkap. Namun pria Bernama Harun (Adipati Dolken) berpendapat lain dan mencoba mengusir penjajah dengan kekerasan yang justru membuat banyak korban jiwa dari Indonesia.

Film ini berjaya pada ajang Piala Citra 2013 lalu dengan mendapatkan empat penghargaan, yaitu Film Terbaik, Sutradara Terbaik (Rako Prijanto), Aktor Pendukung Terbaik (Adipati Dolken), dan Musik Terbaik.

Topik Menarik