Loading...
Loading…
Dua Tahun Jadi Ibu Warga Kendal, Chaca Frederica Merinding saat Ikut Upacara

Dua Tahun Jadi Ibu Warga Kendal, Chaca Frederica Merinding saat Ikut Upacara

Gaya Hidup | gatra.com | Jumat, 29 Juli 2022 - 11:36

Kendal, Gatra.com Selama 2 tahun Dico M Ganinduto menjabat sebagai Bupati Kendal.Selama kurun waktu yang sama, artis Chaca Frederica, istri Bupati Dico, menjadi ibunya warga Kabupaten Kendal. Namun demikian, selebritas yang kerap muncul sebagai presenter acara islami di salah satu stasiun televisi swasta ini, baru pertama kali mengikuti upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Kendal.

Dikabarkan, upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Kendal baru kali ini digelar dengan mengumpulkan banyak masyarakat. Sebelumnya, acara seperti ini sengaja tidak digelar akibat adanya pandemi Covid-19.

Selama mengikuti prosesi upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Kendal, Chaca mengaku mendapat banyak kesan yang membuatnya bahagia. Selain itu, dia juga mengaku sempat merinding saat mengikuti upacara ini.

Perasaan haru bercampur bahagia dirasakan saat harus mendampingi sang suami dikirab dari Pendopo Tumenggung Bahurekso menuju ke Alun-alon Kendal, tempat digelarnya upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Kendal.

"Perasaanya senang, bahagia, dan tadi di situ saya sempat merinding. Tapi, bismillah optimis," kata Chaca Frederica, Kamis (28/7).

Lebih lanjut Chaca menyampaikan, rasa optimismenya didasari dari pemaparan yang disampaikan sang suami saat membangkitkan semangat para Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Suami saya bilang, kalau Kendal ingin maju harus dimulai dari ASN-nya. Karena kenapa, karena ASN sebagai pemangku kebijakan diberikan kepercayaan untuk bisa memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat," terangnya.

"Jadi sebelum kita berharap apa-apa dari masyarakat, diri kita dahulu harus bisa berubah. Diri kita dahulu yang harus mau maju. Diri kita sendiri yang harus mau berinovasi," imbuhnya.

Menurut ibu satu puteri ini, sebuah birokrasi harus tetap ada dan harus tetap dihormati. Tapi dia menegaskan agar birokrasi tidak berbelit-belit saat memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Kita duduk di kantor itu kan untuk melayani masyarakat. Jika masyarakat puas, itu artinya kerja kita berhasil. Tapi jika belum puas, berarti ada hal-hal yang harus kita introspeksi," tandasnya.

Menurutnya, ASN sebagai pemangku kebijakan, dituntut untuk harus bisa berpikir yang baik, simpel, dan aman serta berinovasi untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat tanpa pandang bulu.

Original Source

Topik Menarik