Harga yang Harus Dibayar untuk Pengguna Ilmu Terawang
JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Karena iblis adalah pendakwa manusia, maka iblis memanipulasi segala sesuatu yang dilakukan manusia, termasuk apa yang dilakukan manusia pada masa lalu.
Segala sesuatu yang dilakukan manusia memiliki jejak rekamannya dalam alam roh. Melalui ilmu terawang, rekaman jejak peristiwa itu dapat dilihat kembali. Sesungguhnya ilmu terawang merupakan alat bagi iblis untuk mendakwa manusia.
Saat ini, ilmu terawang dipergunakan untuk berbagai keperluan, termasuk dalam mengungkap kejahatan.
Dalam alam roh dibagi menjadi 3 bagian, yaitu alam nyata, bayangan, dan alam roh sebenarnya. Di alam roh yang sebenarnya yang berwujud lautan kaca, berbagai rekaman peristiwa di alam nyata dapat dilihat kembali.
Kerja Sama dengan Setan
Setan bekerja selama 24 jam sehari dengan 3 shift pergantian waktu. Saat pergantian waktu bekerja dari satu setan ke setan yang lain, setan mempergunakan rumah kosong, pohon besar, atau tempat lain sebagai tempat tinggalnya.
Seorang dukun bekerja sama dengan setan menggunakan ilmu terawang dengan memperhatikan jam pergantian waktu tersebut.
Saat ada peristiwa terjadi, misalnya perampokan, pembunuhan, pencurian, dukun akan memanggil setan yang bekerja pada jam saat peristiwa terjadi.
Melalui setan yang bertugas di tempat dan waktu yang sesuai dengan petunjuk peristiwa tersebut terjadi, dukun memperoleh informasi dari setan.
Kutuk bagi Pengguna Ilmu Terawang
Sekalipun dukun memiliki ilmu terawang, mengapa dukun tidak mempergunakan ilmu terawang untuk kepentingan diri sendiri? Misalnya saja bila terjadi pencurian.
Dukun tidak mempergunakan ilmu terawang, tetapi justru lapor polisi. Ya, dukun mengetahui resiko yang berakibat fatal bila ilmu terawang dipergunakan untuk diri sendiri.
Kutuk kebangkrutan seumur hidup adalah akibat yang siap diterima oleh pengguna ilmu terawang. (Yohana Sri W.)










