Loading...
Loading…
Kinerja Pusri Palembang Mengkilat di 2021, Produksi Terus Moncer

Kinerja Pusri Palembang Mengkilat di 2021, Produksi Terus Moncer

Gaya Hidup | genpi.co | Sabtu, 04 Juni 2022 - 09:00

GenPI.co Sumsel - PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (Pusri), anak perusahaan dari PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatat kinerja cemerlang di sepanjang 2021.

Hal itu diungkapkan Direktur Utama PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, Wahyudi Saleh di Palembang, Jumat (3/6).

Wahyudi mengatakan, keberhasilan tersebut tak lepas dari inovasi manajemen menghadapi tantangan pandemi covid-19.

Seperti melakukan revitalisasi pabrik Pusri III dan Pusri IV, melakukan diversifikasi produk, serta pengembangan bisnis digital.

Salah satu misi Pusri yaitu menyediakan produk dan solusi agribisnis yang terintegrasi, ujarnya.

Selain tentunya tetap memproduksi Urea, kami juga sejak 2016 telah memproduksi Pupuk NPK dengan kapasitas 1x100.000 ton per tahun, lanjutnya.

Wahyudi mengatakan, Pusri meresmikan Pabrik NPK Fusion II berkapasitas 2x100.000 ton/tahun yang meningkatkan kapasitas produksi menjadi 300.000/tahun pada 2020.

Produksi amonia hingga akhir 2021 mencapai 1,36 juta ton atau 106,4 persen dibanding 2020 dengan 1,28 juta ton.

Untuk produksi Urea tahun ini mencapai 2,05 juta ton atau 100,3 persen dibanding produksi tahun lalu.

Baca Juga :
Berawal Curhat Masalah Hidup, Pengemudi Ojol di Palembang Ditikam Teman Seprofesi

Sedangkan produksi NPK di 2021 mencapai 287.126 ton atau 145,7 persen dibanding produksi tahun sebelumnya sebanyak 197.368 ton.

Total realisasi produksi amonia hingga April 2022 mencapai 491.396 ton, urea 689.555 ton, dan NPK 129.846 ton.

Sedangkan kinerja penjualan pupuk PSO untuk urea juga dinilai cukup baik dengan capaian 602.505 ton dan NPK 123.576 ton.

Begitu juga dengan pupuk non PSO untuk Urea hingga April 2022 mencapai 117.174 ton dan NPK 15.277 ton.

Terkait produk non pupuk total penjualan amonia hingga April 2022 yaitu sebesar 51.720 ton, tuturnya.

Kami berharap seluruh penjualan kami baik pupuk subsidi dan non subsidi dapat terus meningkat dan mencapai target perusahaan, pungkasnya. (Ant)

Lihat video seru ini:

Original Source

Topik Menarik

{
{
{