Loading...
Loading…
Cegah Virus PMK, Mataram Berharap Segera Terima Vaksinasi Ternak

Cegah Virus PMK, Mataram Berharap Segera Terima Vaksinasi Ternak

Gaya Hidup | genpi.co | Minggu, 15 Mei 2022 - 06:00

GenPI.co Ntb - Dinas Pertanian Kota Mataram menunggu program vaksinasi untuk ternak sebagai antisipasi virus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang saat ini mewabah di beberapa daerah.

"Menurut informasi, rencananya pemerintah akan menyiapkan vaksin virus PMK. Harapan kami, vaksin bisa kita terima dalam waktu dekat agar vaksinasi bisa segera dilaksanakan," kata Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kota Mataram Drh Dijan Riatmoko dilansir dari Antara.

Menurut dia, tingkat kematian ternak akibat virus PMK ini relatif rendah, tetapi penyebarannya sangat cepat sehingga kasusnya tinggi sehingga harus segera diantisipasi.

Sebagai langkah pencegahan jangka panjang, pihaknya masih menunggu pengiriman stok vaksin PMK untuk dilakukan vaksinasi terhadap ternak-ternak milik masyarakat dengan asumsi potensi populasi ternak di Mataram berdasarkan data 2021 sebanyak 4.221 ekor.

Potensi sasaran vaksinasi virus PMK sebanyak 4.221 ekor itu terdiri atas sapi 1.347 ekor, kerbau 4 ekor, kambing 1.555 ekor, babi 984 ekor dan kuda 331 ekor.

"Untuk populasi tahun 2022, baru bisa kita hitung akhir tahun," katanya.

Dia memastikan virus PMK ini menular menyerang pada hewan, tapi tidak ke manusia. Dagingnya tetap bisa dikonsumsi asalkan dengan dimasak lama, tidak dibakar.

Baca Juga :
Virus PMK Tak Tulari Manusia, Ternak Masih Bisa Dikonsumsi Asal Direbus Tidak Dibakar

"Karena itulah pencegahan melalui vaksinasi perlu segera dilakukan, meskipun sampai saat in kita belum temukan kasus PMK di Mataram," katanya.

Untuk langkah antisipasi pencegahan virus PMK yang telah dilakukan antara lain pengawasan dengan memperketat keluar masuk binatang ternak ke Kota Mataram dan melakukan pemantauan setiap hari di lapangan.

Selain itu, memberikan sosialisasi kepada para kelompok ternak agar mereka segera melapor ketika ada indikasi ternak mereka sakit.

"Kalau kami cepat dilaporkan, kita juga bisa mengambil tindakan segera. Sekarang kami juga menunggu SK Gubernur NTB untuk penutupan operasional Pasar Hewan Selagalas," katanya.(*)

Jangan sampai ketinggalan! Kamu sudah lihat video ini ?

Original Source

Topik Menarik

{