Loading...
Loading…
Orang Tua Jangan Panik! Ini Saran dari IDAI saat Temukan Gejala Hepatitis pada Anak

Orang Tua Jangan Panik! Ini Saran dari IDAI saat Temukan Gejala Hepatitis pada Anak

Gaya Hidup | indozone.id | Jumat, 13 Mei 2022 - 10:15

Dokter Spesialis Anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. Ade Rachmat Yudiyanto, Sp.A(K), M. Ked(Ped) mengingatkan orang tua tidak perlu panik saat mendapati gejala hepatitis pada anak.

Sebaliknya orang tua harus mengenali gejala hepatitis agar tahu tindakan apa yang harus dilakukan.

"Kalau ada gejala, jangan panik. Segera bawa pasien ke puskesmas dan rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan lanjutan," ujarnya, seperti yang dikutip Indozone dari ANTARA, Jumat (13/5/2022).

Lebih lanjut, dr Rachmat menjelaskan gejala yang muncul biasanya seperti, diare, mual, muntah, sakit perut yang dapat disertai demam ringan.

Bila gejala ini muncul, selain berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan, orang tua juga perlu memastikan anak beristirahat total.

Istirahat total. Semua aktivitas dilakukan di tempat tidur. Jaga juga asupan cairan anak dan ion tubuhnya agar tidak dehidrasi atau kekurangan cairan yang pada jangka panjang bisa lebih membahayakan, sambungnya.

Dia juga menyarankan, orang tua sebaiknya tak menunggu gejala lanjutan muncul seperti kulit dan mata kuning hingga penurunan kesadaran yang pada akhirnya dapat menyebabkan pasien harus dirawat di Unit Perawatan Intensif (ICU) dan bahkan dilakukan cangkok hati.

Baca Juga :
Anak Ada Gejala Awal Hepatitis, Dokter: Orang Tua Jangan Panik

Dia menjelaskan hepatitis biasanya disebabkan karena infeksi dan non infeksi. Untuk infeksi biasanya akibat virus (A,B,C, D, E dan G), bakteri atau parasit. Sementara non-infeksi misalnya akibat obat, racun, dan gangguan metabolisme.

Sementara berkaca pada kondisi saat ini, belum satu pun ada data akurat yang bisa menyatakan jelas penyebab hepatitis misterius. Para dokter pun belum berani mengatakan kaitannya dengan virus SARS-CoV-2.

Namun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan kasus ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Kementerian Kesehatan pun telah meningkatkan kewaspadaan pada hepatitis akut.

"Di Indonesia, secara kasusnya memang ada yang dilaporkan. Tetapi apakah termasuk bagian kasus hepatitis akut yang tidak diketahui penyebabnya, masih diselidiki. Jangan melihat kasus di Indonesia sebagai kasus yang mengerikan tapi kasus yang diwaspadai," jelasnya.

Dia pun berharap laporan kasus yang terus bertambah tidak membuat kekhawatiran berlebihan di kalangan masyarakat, namun lebih membuat waspada.

Baca Juga :
Anak Mengalami Gejala Awal Hepatitis, Orang Tua Lakukan Hal Ini

"Mudah-mudahan ini sekedar membuat kita waspada saja, jangan sampai membuat kekhawatiran kita berlebih seperti COVID-19. Saya berharap tidak berlanjut seperti COVID-19 karena memang ini sesuatu yang perlu kewaspadaan saja," tandasnya. Artikel Menarik Lainnya

Original Source

Topik Menarik