Loading...
Loading…
Khusus Wanita, Mitos Menyusui yang Banyak Dipercaya

Khusus Wanita, Mitos Menyusui yang Banyak Dipercaya

Gaya Hidup | genpi.co | Minggu, 08 Mei 2022 - 00:20

GenPI.co Bali - Bagi kalangan wanita yang kini telah menjadi ibu ada kalanya memperhatikan soal mitos menyusui yang sering kali dipercaya oleh banyak orang.

Setelah melahirkan dan memiliki bayi, ada kalanya kaum hawa diwajibkan untuk memberikan air susu ibu (ASI) agar buah hatinya memiliki nutrisi yang cukup.

Namun terkadang, mitos dan fakta seputar pemberian ASI eksklusif banyak beredar di masyarakat, salah satunya adalah masih ada yang berpikir bahwa air susu ibu tidak cukup mengenyangkan bagi bayi.

Dokter spesialis anak lulusan Universitas Padjadjaran, dr. Utami Roesli, SpA.,MBA, FABM., menjelaskan ada banyak mitos-mitos menyesatkan yang dipercaya oleh para orang tua khususnya nenek dan kakek.

Menurut dr. Utami, edukasi atau pemberian informasi kepada para nenek sangat berperan penting sebagai bentuk dukungan agar bayi bisa mendapat ASI eksklusif.

Mitos yang paling sering beredar di masyarakat adalah ASI saja tidak cukup sehingga harus ditambah dengan makanan seperti pisang dan sysu formula pada usia 6 bulan pertama.

"Faktanya produksi ASI sesuai dengan pengeluaran ASI, demand and supply. Jadi semakin dikeluarkan, semakin diproduksi. Meningkatkan produksi ASI juga dengan menyusui dan memerah ASI bukan dengan minum susu ibu menyusui," ujar dr. Utami dalam webinar pada Sabtu.

Baca Juga :
Beauty Jangan Langsung Percaya Ya, Ini lho Mitos tentang Payudara Kendur

Mitos tersebut juga diperkuat dengan anggapan bahwa ketika bayi menangis setelah menyusu, berarti masih lapar dan gizinya kurang sehingga perlu ditambah dengan makanan lain.

Menurut dr. Utami, bayi menangis tidak selalu karena lapar, bisa saja ada faktor lain seperti diapers-nya yang tidak nyaman, ingin digendong dan lainnya.

"Perhatikan tanda kalau bayi sedang lapar, dia akan menjulurkan lidah kayak melet-melet, mengecap-ngecap, kepalanya seperti mencari-cari puting. Jadi kalau nangis setelah menyusui bukan karena lapar," jelas dr. Utami.

Mitos selanjutnya adalah bayi perlu dilatih minum dengan dot sebelum sang ibu masuk kerja. Faktanya adalah memperkenalkan dot pada bulan pertama dapat menyebabkan kesukaran menyusui atau bingung puting.

Hal salah kaprah lain yang dipercaya oleh ibu dan orang tua adalah harus menghindari minum kopi, seafood dan makanan pedas. Ibu juga wajib minum susu khusus ibu menyusui supaya produksi ASI banyak.

Baca Juga :
Ini Mitos Unik tentang Kupu-kupu! Anda Pernah Mengalaminya?

"Yang enggak boleh itu minuman keras dan rokok, karena apa? Dikatakan bahwa ketuban bayi itu rasanya seperti makanan ibunya. Gampangnya, ketuban sapi rasanya rumput, ketuban macam ya rasa daging," kata dr. Utami.

"Jadi memang sudah dibiasakan makan makanan yang sama dengan ibunya. Misalnya kita menyusui bayi bule, kita makan sambel ya bayi bule akan mencret," lanjutnya.

Mitos lain yang juga dipercaya oleh masyarakat adalah saat hari pertama setelah bayi dilahirkan dan ASI belum keluar, maka diperlukan tambahan susu formula supaya bayi tidak dehidrasi atau kuning.

Faktanya, bayi baru lahir mampu bertahan tanpa ASI selama 48-72 jam karena dibekali saat dalam kandungan.

Syaratnya, disusui segera setelah lahir dan sering disusui pada hari-hari pertama, colustrum yang sedikit diperlukan untuk mematangkan usus.

"Makanya perlu adanya IMD (inisiasi menyusui dini) minimal 1 jam setelah lahir, diletakkan di dada ibunya. Kolostrum yang keluar, dibutuhkan bukan buat makanan tapi untuk mematangkan usus," jelas dr. Utami.

Dokter tersebut mewanti-wanti kalangan wanita sekaligus ibu-ibu untuk sadar pentingnya menyusui bayi baru lahir untuk menunjang kebutuhan gizi dan mematangkan pecernaan ususnya. (Ant)

Heboh..! Coba simak video ini:

Original Source

Topik Menarik

{